Dinaungi

Jumat, 22 November 2013

Dinaungi

Baca: Lukas 1:26-38

Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau. —Lukas 1:35

Tepat hari ini 50 tahun yang lalu, peristiwa pembunuhan presiden Amerika Serikat, John F. Kennedy, telah membuat orang-orang di seluruh dunia terperanjat. Sehari setelah terjadinya penembakan itu, sebuah artikel dalam surat kabar The Times (London) membahas tentang dampak dari peristiwa tersebut yang dirasakan oleh seluruh pasar keuangan dunia. Artikel itu menampilkan judul, “Tragedi di Amerika Serikat Telah Menyelubungi Semua Peristiwa Lain di Dunia”.

Ada kalanya dalam hidup kita, suatu peristiwa kematian, tragedi, atau perubahan yang mendadak terjadi begitu mengejutkan hingga menyelubungi segala sesuatu. Inilah yang dialami oleh seorang wanita muda yang belum menikah ketika ia diberi tahu akan menjadi ibu dari Mesias yang telah dijanjikan, Anak Allah itu sendiri (Luk. 1:26-33). Ketika Maria bertanya bagaimana hal ini akan terjadi, malaikat Gabriel menjawab, “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau” (ay.35).

Kemustahilan dalam hidup Maria tidaklah diselubungi oleh kegelapan melainkan dinaungi oleh terangnya kemuliaan dan kuasa Allah. Jawaban Maria terus membuat kita merasa takjub: “Jadilah padaku menurut perkataanmu itu” (ay.38).

Dalam minggu-minggu yang akan datang, pada saat kita membaca kembali kisah Natal dan merenungkan tentang kelahiran Yesus ke dalam dunia ini, ada baiknya kita merenungkan kata menaungi. Kata tersebut berbicara dengan begitu kuat tentang kehadiran Tuhan di dalam hati kita dan kesanggupan-Nya untuk menerangi masa-masa hidup kita yang tersuram sekalipun. —DCM

Aku dinaungi oleh kasih-Nya yang agung,
Kasih abadi, tak terubahkan, murni,
Dinaungi oleh kasih-Nya yang agung,
Tenanglah jiwaku, aman, damai. —Ironside

Dalam segala keadaan, kita terus dinaungi oleh kasih dan kuasa Allah yang agung.

Bagikan Konten Ini
1 reply
  1. Septian Siagian
    Septian Siagian says:

    Kadang rasa takut dan khawatir menjalani hidup selalu datang dan pergi pada waktu-waktu yang tidak diketahui maupun ditentukan. Saya hadir hingga saat ini bukan karena usaha saya sendiri, namun karena pernyertaan Bapa dalam keseharian saya. IA menaungi ku dengan Kasih-Nya.

    Terimakasih Bapa,
    Amin

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *