Ajaib!

Selasa, 29 Oktober 2013

Ajaib!

Baca: Ayub 42:1-6

Tanpa pengertian aku telah bercerita tentang hal-hal yang sangat ajaib bagiku dan yang tidak kuketahui. —Ayub 42:3

Ketika pesawat kami sudah hendak mendarat, seorang pramugari datang dan membacakan sebuah daftar panjang tentang informasi kedatangan. Ia membacakannya seolah-olah untuk keseribu kalinya pada hari itu—tanpa emosi atau minat sembari ia terus membeberkan informasi menjelang pendaratan dengan gaya yang monoton. Lalu, dengan suaranya yang tetap terdengar lelah dan tanpa semangat, ia mengakhiri pengumumannya dengan mengatakan, “Selamat menikmati hari yang indah ini.” Datarnya nada bicara pramugari ini sungguh bertolak belakang dengan kata-kata penutup yang diucapkannya tadi. Ia memang menyebutkan kata “indah”, tetapi dengan cara yang sama sekali tidak menunjukkan rasa takjub atas keindahan yang ada.

Terkadang saya khawatir kita menjalani persekutuan kita bersama Allah dengan cara yang sama: Rutin. Bosan. Apatis. Tanpa minat. Melalui Kristus, kita telah memiliki hak istimewa karena kita diterima ke dalam keluarga Allah yang hidup, tetapi seringkali kita tidak menunjukkan rasa takjub yang seharusnya menyertai kenyataan yang sungguh ajaib tersebut.

Ayub mempertanyakan Allah tentang penderitaannya, tetapi ketika ditantang oleh-Nya, Ayub pun tertegun oleh keajaiban Sang Pencipta dan karya ciptaan-Nya. Ayub menjawab, “Firman-Mu: Siapakah dia yang menyelubungi keputusan tanpa pengetahuan? Itulah sebabnya, tanpa pengertian aku telah bercerita tentang hal-hal yang sangat ajaib bagiku dan yang tidak kuketahui” (Ayb. 42:3).

Saya rindu keajaiban Allah dapat menguasai hati saya. Saya diterima menjadi anak Allah—alangkah ajaibnya! —WEC

Sungguh luar biasa! Sungguh ajaib!
Itulah pujian yang kulantunkan:
Sungguh luar biasa! Sungguh ajaib
Kasih Juruselamat bagiku! —Gabriel

Tiada yang dapat mengisi hati kita melebihi keajaiban Allah dan kasih-Nya.

Bagikan Konten Ini
3 replies
  1. bayu suwandi
    bayu suwandi says:

    terkadang, kita merasakan ke ajaiban tuhan, bilamana kita merasakan kesakitan yang parah atau kesusahan yang sangat merepotkan tiba tiba dapat pertolongan, yang sakit jadi sembuh atau yang susah dapat di menangkan dari situ kita biang dapat ke ajaiban dari Tuhan, padahal sebenarnya kita sehat walafiat itu sebenarnya sudah mendapat ke ajaiban, bayangkan orang yang sakit ingin sembuh seperti orang sehat, tp yang sehat terkadang tidak merasakan anugrah tuhan atau ke ajaiban tuhan.

    terima kasih tuhan Yesus sudah memberikan ke ajaiban yang dasyat terhadap saya , amin

  2. happy
    happy says:

    Sangat memberkati.. sesungguhnya tanpa disadari, ibadah qt hanyalah rutinitas, bentuk ungkapan emosional sesaat saat keadaan baik atau tidak.. hubungan yang intim seperti sepasang kekasih.. setiap hari saling merindukan.. itulah hubungan Allah – anak2 Allah yg sejati

  3. julindo purba
    julindo purba says:

    Seringkali ketika kita merasa sehat, kuat, di atas, kita merasa tidak membutuhkan Tuhan, sementara Dia selalu setia menanti kita untuk selalu datang pada-Nya.

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *