Siapakah Aku Ini?

Sabtu, 28 September 2013

Siapakah Aku Ini?

Baca: Keluaran 3:7-15

Musa berkata kepada Allah: “Siapakah aku ini, maka aku yang akan menghadap Firaun dan membawa orang Israel keluar dari Mesir?” —Keluaran 3:11

Bertahun-tahun yang lalu, Billy Graham, seorang penginjil terkemuka di dunia, dijadwalkan berbicara di Universitas Cambridge di Inggris. Namun ia tidak merasa memiliki persyaratan untuk berbicara di depan para cendekiawan. Ia tidak memiliki gelar dan tidak pernah bersekolah di seminari. Billy mengatakan kepada seorang sahabatnya: “Rasanya aku tidak pernah merasa begitu tidak layak dan sama sekali tidak siap untuk sebuah tanggung jawab seperti ini.” Ia berdoa memohon pertolongan Allah, dan Allah memakai Billy untuk membagikan kebenaran sederhana dari Injil tentang salib Kristus.

Musa juga merasa tak layak ketika Allah memanggilnya untuk berbicara kepada Firaun agar ia membebaskan bangsa Israel. Musa bertanya, “Siapakah aku ini, maka aku yang akan menghadap Firaun?” (Kel. 3:11). Meski Musa mungkin meragukan kemampuan dirinya karena ia “tidak pandai bicara” (4:10), Allah berkata, “Bukankah Aku akan menyertai engkau?” (3:12). Menyadari bahwa ia harus memaparkan rencana penyelamatan Allah dan berbicara kepada bangsa Israel tentang siapa yang mengutus dirinya, Musa bertanya kepada Allah, “Apakah yang harus kujawab kepada mereka?” Allah menjawab, “AKULAH AKU telah mengutus aku kepadamu” (ay.13-14). Nama Allah, “AKULAH AKU,” mengungkapkan sifat-Nya yang kekal, Mahahadir, dan Mahakuasa.

Bahkan ketika kita meragukan kemampuan kita untuk mengerjakan apa yang Allah kehendaki untuk kita lakukan, Dia dapat dipercaya. Kekurangan kita tidaklah terlalu berarti jika dibandingkan dengan kemahakuasaan Allah. Ketika kita bertanya, “Siapakah aku ini?” kita dapat mengingat bahwa Allah berkata, “AKULAH AKU.” —JBS

Tuhan terkasih, tolong aku untuk mengingat bahwa Engkau selalu
menyertaiku, bahkan saat aku tak yakin dengan kemampuanku.
Beriku keyakinan untuk percaya bahwa Engkau dapat menolongku
untuk melakukan apa pun yang Engkau kehendaki dariku.

Anda tak perlu khawatir ke mana Anda melangkah ketika Anda tahu bahwa Allah menyertai Anda.

Bagikan Konten Ini
1 reply
  1. marali siagian
    marali siagian says:

    Allah yang memilih kita bukan kita yang memilih Dia
    Ketika rancangan besar terjadi bagi kita seharusnya kita makin melangkah kedepan.

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *