Berani Main Warna

Minggu, 29 September 2013

Berani Main Warna

Baca: 1 Korintus 4:10-17

Ikutlah teladan saya, seperti saya pun mengikuti teladan Kristus. —1 Korintus 11:1 BIS

Sebuah iklan radio untuk sebuah merek jam tangan menyarankan para pendengarnya agar membeli jam tangan dengan tali berwarna cerah, dan kemudian memadukannya dengan pakaian yang berbeda warnanya. Ketika orang memperhatikan jam tangan Anda karena warnanya yang kontras, iklan itu berkata, “Mereka akan melihatmu ‘berani main warna.’ Mereka pun ingin menjadi seperti dirimu.” Ada sesuatu di dalam diri kita yang merasa senang jika orang lain meneladani kita.

Jika Anda membaca 1 Korintus pasal ke-4 dengan sambil lalu, Anda mungkin mengira Rasul Paulus berbicara dengan nada sombong ketika ia mendorong orang-orang supaya mengikuti teladannya yang rela berkorban (ay.16). Namun jika kita lebih cermat memperhatikan perkataan Paulus, kita akan mengerti mengapa ia menulis dengan begitu percaya diri. Ia dapat mendorong orang lain untuk meneladani dirinya karena ia sendiri meneladani Kristus (11:1), Hamba yang terbesar dari segala hamba.

Seluruh penganiayaan yang dideritanya dan kedudukannya di dalam gereja (4:10-17) telah diperoleh karena Paulus mengikut Yesus. Paulus menyebutkan bahwa sekalipun jemaat di Korintus memiliki 10.000 guru, dirinya akan tetap menjadi bapa rohani mereka (ay.15). Dengan pernyataannya ini, ia hendak menyatakan bahwa Yesuslah satu-satunya alasan bagi seseorang untuk mempercayai ajarannya.

Jika kita menginginkan supaya orang lain mengikuti teladan kita, kita harus pertama-tama mengikuti teladan Tuhan kita. Jika ada sesuatu yang membuat orang lain mau mengikuti teladan kita—jika kita pun mempunyai keberanian untuk menuntun orang lain kepada Sang Juruselamat—biarlah Dia, bukan kita, yang menjadi alasannya. —AMC

Sukacita dalam mengikut Yesus Tuhan
Dan setiap hari mempercayai pimpinan-Nya
Menjadikan kita teladan yang terlihat nyata
Layak diikuti saat sesama diterpa cobaan. —Sper

Orang lain masih boleh meneladani kita selama kita masih meneladani Kristus.

Facebooktwitterreddit

0 replies

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *