Saya Bosan

Sabtu, 1 Juni 2013

Saya Bosan

Baca: Yohanes 10:7-14

Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. —Yohanes 10:10

Ketika anak-anak kami masih remaja, percakapan berikut ini sering terjadi sepulang mereka dari acara persekutuan kaum muda di gereja: Saya bertanya, “Bagaimana acaranya?” dan mereka serempak menjawab, “Membosankan.” Setelah beberapa minggu mendapatkan jawaban yang sama, saya memutuskan untuk mencari tahu. Saya menyelinap ke ruang olahraga tempat acara mereka dilaksanakan, lalu memperhatikan yang terjadi. Saya melihat mereka aktif, tertawa, mendengarkan—mereka kelihatan sangat menikmati acaranya. Malam itu, dalam perjalanan pulang saya bertanya tentang acara persekutuan tersebut, dan sekali lagi mereka menjawab, “Membosankan.” Saya kemudian berkata, “Ayah tadi ada di sana. Ayah lihat kalian menikmatinya.” Mereka berkata, “Yah, rasanya kali ini tak seburuk biasanya.”

Saya menyadari bahwa di balik keengganan mereka untuk mengakui bahwa sebenarnya mereka menikmati persekutuan itu, ada semacam tekanan dari lingkungan dan rasa khawatir dianggap “tidak keren”. Namun saya jadi berpikir, Apakah saya juga merasa khawatir ketika terlalu bersukacita pada hal-hal rohani?

Padahal, semestinya tidak ada hal di dunia ini yang lebih membuat kita bersukacita daripada Kristus dan karya-Nya bagi hidup kita. Yesus berkata, “Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan” (Yoh. 10:10). Itu sama sekali tidak membosankan! Berapapun usia kita, kita memperoleh anugerah dari Juruselamat yang sepantasnya kita syukuri. Anugerah keselamatan membuat kita patut untuk bersukacita! —WEC

Bapa, penuhilah hatiku dengan sukacita Kristus.
Aku ingin hidup berkelimpahan yang telah
kutemukan di dalam Dia dapat tersebar
dan menjangkau orang-orang di sekelilingku.

Jika Anda mengenal Kristus, Anda selalu punya alasan untuk bersukacita.

Bagikan Konten Ini
1 reply
  1. Dina
    Dina says:

    Doa hari ini:
    Tuhan, dunia ini selalu berusaha memalingkan wajahku dari-Mu. Kesibukan dan teman membuat aku melupakan-Mu. Lama, kita tidak berjumpa dan bercengkarama sehingga kehadiran-Mu tidak mampu kurasakan. Hari ini Firman mengingatkanku untuk mensyukuri kehadiran-Mu di dlamku dan membuatku bangga dan bermegah karena aku memiliki Allah sperti Engkau. Terimakasih, Gembala yang baik. Kau selalu ada untukku, selalu! Amin 🙂 (Winking to Jesus!)

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *