Bergantung Pada Kehampaan

Info

Sabtu, 22 Juni 2013

Bergantung Pada Kehampaan

Baca: Ayub 26:5-14

Allah membentangkan utara di atas kekosongan, dan menggantungkan bumi pada kehampaan. —Ayub 26:7

Sebuah peta dunia yang diterbitkan oleh National Geographic Society mencantumkan catatan berikut: “Massa bumi adalah 6,6 sekstiliun (6,6×1021) ton.” Apa yang menopang benda seberat itu? Tidak ada. Planet yang kita huni ini berputar pada sumbunya dengan kecepatan 1.600 km per jam sambil melaju di angkasa dalam orbitnya mengelilingi matahari. Namun betapa mudahnya hal itu terabaikan dalam pergumulan yang kita alami sehari-hari seputar kesehatan, pergaulan, dan berbagai tagihan yang menuntut untuk diperhatikan.

Seorang tokoh Perjanjian Lama bernama Ayub berulang kali melihat ciptaan Allah dalam pergumulannya untuk memahami makna di balik duka yang dialaminya ketika ia kehilangan kesehatan, harta, dan anak-anaknya. Ayub berkata, “Allah membentangkan utara di atas kekosongan, dan menggantungkan bumi pada kehampaan” (Ayb. 26:7). Ayub kagum akan awan yang tidak robek karena beratnya air di dalamnya (ay.8) dan garis cakrawala yang membentang “sampai ujung perbatasan antara terang dan gelap” (ay.10), tetapi ia menyebut semua itu, “hanya ujung-ujung jalan-Nya” (ay.14).

Karya ciptaan itu sendiri tidak menjawab pertanyaan-pertanyaan Ayub, tetapi langit dan bumi itu membawanya memandang pada Allah sang Pencipta, satu-satunya Pribadi yang dapat menjawab semua pertanyaannya dengan memberikan pertolongan dan harapan.

Tuhan yang menopang alam semesta dengan “firman-Nya yang penuh kekuasaan” (Ibr. 1:3; Kol. 1:17) juga memegang kendali atas kehidupan kita sehari-hari. Hidup yang berisi beragam pengalaman yang terasa hampa ternyata sepenuhnya ditopang oleh kuasa dan kasih Bapa kita yang di surga. —DCM

Tuhan, kami memuji Engkau karena kuasa-Mu yang tidak terbatas.
Engkau menciptakan dunia dari kehampaan dan menopangnya
dengan firman-Mu. Tolong aku untuk mengingat bahwa
Engkau juga memegang kendali atas setiap bagian hidupku.

Saat merenungkan kuasa Allah dalam penciptaan, kita juga melihat kuasa-Nya dalam memelihara kita.

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

Ayo berikan komentar yang pertama!

Bagikan Komentar Kamu!