Menjadi Apa

Selasa, 14 Mei 2013

Menjadi Apa

Baca: Lukas 2:41-52

Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar- Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia. —Lukas 2:52

Saya dibesarkan di sebuah kota kecil. Tidak ada orang terkenal di sana. Tidak ada jalan-jalan yang ramai. Tidak banyak yang dapat dilakukan. Namun saya senantiasa bersyukur bahwa saya dibesarkan di tengah lingkungan yang tenang dan bersahaja.

Suatu malam ketika saya dan suami menghadiri sebuah jamuan makan malam bersama rekan-rekan bisnis, seseorang yang baru saya kenal menanyakan kota asal saya. Ketika saya memberitahukannya, ia berkata, “Tidakkah Anda malu mengakuinya?” Karena tidak yakin apakah ia sedang bercanda atau tidak, saya menjawab singkat, “Tidak.”

Walaupun kota asal saya sering kali diremehkan orang karena kesederhanaannya, tetapi para penduduknya tidak melupakan hal-hal yang memang berarti. Keluarga saya merupakan bagian dari suatu lingkungan gereja yang menjadi tempat bagi orangtua untuk membesarkan anak-anak “di dalam ajaran dan nasihat Tuhan” (Ef. 6:4).

Yesus juga dibesarkan di sebuah kota kecil bernama Nazaret. Natanael bertanya, “Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?” (Yoh. 1:46). Yesus membuktikan bahwa jawabannya adalah “Ya.” Sekalipun tumbuh besar di suatu tempat yang dianggap tidak berarti, Yesus adalah pribadi yang paling berarti di sepanjang sejarah.

Pengalaman mengajar saya dan Kitab Suci juga menegaskan bahwa yang terpenting bukanlah di mana Anda dibesarkan tetapi bagaimana Anda dibesarkan. Terkadang kita merasa begitu tidak berarti jika dibandingkan dengan kaum berkelas yang berasal dari tempat yang terkemuka. Namun kita berarti di mata Allah, dan Dia dapat menguatkan dan memenuhi jiwa kita dengan hikmat-Nya. —JAL

Ajarkan kepadaku ya Tuhan, harga yang Engkau bayar
Untuk memulihkan seorang pendosa
Dan tolong aku untuk memahami
Betapa berharganya sebuah jiwa! —NN.

Menjadi apa kita kelak itu lebih penting daripada asal-usul kita.

Bagikan Konten Ini
1 reply
  1. sardo jefri
    sardo jefri says:

    terimakasih, karena melalui renungan ini saya kembali disapa Oleh firman Tuhan yang sangat dasyat

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *