Tunggu

Info

Selasa, 19 Februari 2013

Tunggu

Baca: 1 Samuel 13:7-14

Kata Samuel kepada Saul: “Perbuatanmu itu bodoh. Engkau tidak mengikuti perintah TUHAN, Allahmu, yang diperintahkan-Nya kepadamu; . . .” —1 Samuel 13:13

Karena tidak sabar, seorang pria di San Fransisco, California, mencoba untuk melawan kemacetan dengan cara berbelok mengitari sederetan mobil yang sedang berhenti. Namun, lajur jalan yang dimasukinya ternyata baru saja disemen, dan mobil Porsche 911 miliknya pun terjebak. Si pengemudi harus membayar mahal akibat ketidaksabarannya.

Kitab Suci menceritakan tentang seorang raja yang juga membayar mahal akibat ketidaksabarannya. Didorong oleh keinginan yang besar agar Allah memberkati bangsa Israel dalam peperangan mereka melawan bangsa Filistin, Saul bertindak dengan tidak sabar. Ketika Samuel tidak tiba tepat pada waktunya untuk mempersembahkan kurban bakaran bagi Allah, Saul menjadi tidak sabar dan melanggar perintah Allah (1 Sam. 13:8-9,13). Ketidaksabaran ini membuat Saul berpikir bahwa dirinya berada di atas hukum dan berhak mengambil alih kedudukan imam yang bukan menjadi wewenangnya. Saul berpikir bahwa ia dapat melanggar perintah Allah tanpa harus menanggung konsekuensi yang serius. Ia telah salah menilai.

Ketika Samuel tiba, ia menegur Saul dengan keras atas ketidaktaatannya dan menubuatkan bahwa Saul akan kehilangan kerajaannya (ay.13-14). Penolakan Saul untuk menanti perkembangan dari rencana Allah menyebabkannya untuk bertindak tergesa-gesa, dan dalam ketergesa-gesaannya tersebut ia salah langkah (lihat Ams. 19:2). Ketidaksabarannya menjadi bukti utama dari kurangnya iman.

Tuhan akan memberikan tuntunan-Nya ketika dengan sabar kita menantikan Dia untuk menyatakan kehendak-Nya. —MLW

Arahkanlah hatimu yang cemas pada kesabaran,
Berjalanlah dengan iman kala penglihatanmu suram;
Kasihilah Allah, dengan tenang dan percaya sepenuhnya
Dan serahkanlah semua yang ada kepada-Nya. —Chambers

Kesabaran berarti menantikan waktu Allah dan mempercayai kasih Allah.

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

3 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!