Daftar Tamu

Jumat, 25 Januari 2013

Daftar Tamu

Baca: Lukas 14:7-14

Tetapi apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh dan orang-orang buta. Dan engkau akan berbahagia. —Lukas 14:13-14

Qumran merupakan suatu komunitas orang Yahudi pada abad pertama yang mengasingkan diri mereka dari pengaruh luar dengan maksud untuk menyiapkan diri bagi kedatangan Mesias. Mereka begitu teliti dalam menerapkan kehidupan ibadah, tata cara penyucian, dan ketaatan yang ketat pada norma-norma yang berlaku. Catatan peninggalan mereka menunjukkan bahwa mereka tidak mengizinkan orang cacat, buta, dan lumpuh untuk tinggal dalam komunitas mereka. Hal ini didasarkan pada keyakinan mereka bahwa orang yang memiliki cacat fisik itu najis. Orang-orang cacat tidak pernah diundang ke acara perjamuan makan mereka.

Ironisnya, pada saat yang sama Mesias bangsa Israel sedang melayani di banyak kota dan desa dari wilayah Yudea dan Galilea. Yesus memberitakan kerajaan Bapa-Nya, menyampaikan ajaran dan penghiburan, serta melakukan berbagai mukjizat yang dahsyat. Dengan terang-terangan, Yesus menyatakan: “Apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh dan orang-orang buta. Dan engkau akan berbahagia” (Luk. 14:13-14).

Perbedaan mendasar antara perkataan Yesus dengan daftar tamu dari “kaum elit rohani” di komunitas Qumran ini mengajarkan kita sesuatu. Sering kali kita lebih suka bersekutu dengan orang-orang yang berpenampilan, berpikir, dan bertindak seperti kita. Namun Tuhan mendesak kita untuk menjadi seperti Dia dan membuka pintu rumah kita bagi siapa saja. —HDF

Injil harus diberitakan kepada semua orang,
Bukan saja kepada yang mirip Anda dan saya;
Karena Allah menerima semua orang
Yang datang kepada-Nya untuk dimerdekakan. —Sper

Injil yang terbuka bagi siapa saja tidak dapat diberitakan kepada kalangan tertentu saja. —George Sweeting

Bagikan Konten Ini
2 replies
  1. Galih
    Galih says:

    Memandang penampilan sesama kita jangan lewat luarnya saja,melainkan lewat dalam yaitu hati,karena Allah tidak memandang fisik tapi memandang hati atau perasaan.Gbu us all.

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *