Berkat Tidur Dari Allah

Sabtu, 12 Januari 2013

Berkat Tidur Dari Allah

Baca: Mazmur 121

Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi, dan duduk-duduk sampai jauh malam . . . ; sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur. —Mazmur 127:2

Tidur sangatlah penting untuk kesehatan. Para ilmuwan tidak tahu secara pasti mengapa kita butuh tidur, tetapi mereka tahu apa yang terjadi jika kita tidak cukup tidur. Tanpa cukup tidur, kita berisiko mengalami penuaan dini, penambahan berat badan, dan beragam penyakit, mulai dari demam dan flu hingga kanker. Apa yang Allah mampu lakukan dalam tubuh kita ketika kita terlena dalam dunia mimpi merupakan suatu hal yang luar biasa. Pada saat kita tidak melakukan apa pun, Allah mengisi ulang energi kita, membentuk dan memperbaiki kembali sel-sel kita, dan mengatur ulang informasi dalam otak kita.

Ada banyak alasan yang membuat kita tidak cukup tidur dan beberapa diantaranya memang tidak terhindarkan. Namun Alkitab mengindikasikan bahwa bekerja terlalu berat tidak dapat dijadikan alasan (Mzm. 127:2). Tidur adalah suatu berkat dari Allah yang harus kita terima dengan ucapan syukur. Jika kita tidak cukup tidur, kita harus mencari tahu alasannya. Apakah kita bangun pagi-pagi dan tidur larut malam demi menghasilkan uang guna membeli hal-hal yang tidak kita butuhkan? Apakah kita terlibat dalam kegiatan pelayanan yang kita anggap takkan dapat dikerjakan orang lain?

Terkadang saya tergoda untuk percaya bahwa pekerjaan yang saya lakukan pada saat saya terjaga itu lebih penting daripada pekerjaan yang Allah lakukan pada saat saya tidur. Namun menolak berkat tidur dari Allah itu sama dengan memberi tahu Dia bahwa pekerjaan kita lebih penting daripada pekerjaan-Nya.

Allah tidak ingin seorang pun menjadi budak dari pekerjaannya. Dia ingin kita dapat menikmati berkat tidur yang diberikan-Nya. —JAL

Kasih Allah itulah tempat kubersandar,
Lembut, ampuh dan tak terbatas,
Kuistirahatkan jiwaku dengan lega,
Dalam ketenangannya aku berdiam. —Long

Jika tak beristirahat sejenak ketika kita terpuruk, kita benar-benar akan terpuruk. —Havner

Facebooktwitterreddit

10 replies
  1. Galih
    Galih says:

    Kasih Allah sungguh luar biasa,ketika kita tidur,Dia selalu senantiasa menjaga semua anak-anak-Nya dan umat-umat-Nya dalam perlindungan dan mujizat kasih-Nya,glory Jesus Christ.

  2. Galih
    Galih says:

    Tidur dan beristirahat sejenak berarti mengucap syukur atas anugerah kehidupan yang telah diberikan-Nya kepada kita,Gb us all.

  3. euz
    euz says:

    tidur dalam konteks ini sma artinya seperti kita berserah penuh pada Tuhan.. sama halnya kalo kita punya anak ato adek yang lagi bobo.. duh rasanya pengen gemesin dan sayang2.. seperti itulah Tuhan juga.. saat kita nyerah dan “melekat pada Tuhan”.. Tuhan pasti sayangin kita.. 🙂 God bless..

  4. Ervin
    Ervin says:

    Yes,, THANK LORD atas berkatMU sepanjang malam ini,
    Kau telah menjagaku dengan aman,
    dan memelihara hidupku dengan sempurna.

  5. Stephanie
    Stephanie says:

    So blessing!
    Ketegur banget, karena jam tidurku mulai nggak teratur lagi. Cara makasih sama Tuhan ya itu : menghargai hadiah-Nya yang luar biasa buat kita 🙂

  6. Sandhy
    Sandhy says:

    Dengan tenteram aku mau membaringkan diri, lalu segera tidur, sebab hanya Engkaulah, ya TUHAN, yang membiarkan aku diam dengan aman. (Mazmur 4:9)

  7. Syahlom
    Syahlom says:

    pertanyaan saya adalah:
    1. Apakah manusia dirancang oleh Allah untuk tidur atau efek dari dosa?
    2. Di ayat mana dikatakan bahwa tidur adalah berkat dari Allah dan llebih baik dari tidak tidur?
    3. saya masih belum mengerti relasi antara ayat yang anda berikan dengan interpretasi anda didalam renungan yang dibuat
    mohon bantuannya
    thx

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *