Strategi Yang Membawa Kemenangan

Kamis, 27 Desember 2012

Strategi Yang Membawa Kemenangan

Baca: Yosua 7:1-13

Orang Israel telah berbuat dosa, mereka melanggar perjanjian-Ku yang Kuperintahkan kepada mereka. —Yosua 7:11

Ketika masih menjadi pelatih basket di suatu sekolah menengah atas, saya membuat satu kesalahan yang sangat besar. Saya mengutus beberapa pemain kami untuk mengintai salah satu tim lawan. Mereka kembali dengan laporan berikut: Kita dapat mengalahkan mereka dengan mudah. Merasa terlalu percaya diri, tetapi akhirnya kami yang dikalahkan tim lawan. Apa ini terlihat tidak asing? Bagi saya, ini seperti situasi di Ai ketika Yosua mengutus para pengintai yang salah menilai kekuatan lawan mereka.

Namun kekalahan di Ai bukan semata disebabkan oleh pengintaian yang buruk. Menurut saya, kita dapat belajar dari beberapa alasan mengapa Israel kalah perang dan kehilangan 36 orang prajuritnya.

Sesaat sebelum kekalahan di Ai, Yosua berhasil memimpin pasukannya mengalahkan Yerikho karena ia sudah tahu rencana Allah mengenai penyerangan itu. Namun tidak disebutkan bahwa Yosua minta petunjuk Allah sebelum peperangan di Ai. Sebelum berperang dengan Yerikho, para pasukan telah menyucikan diri bagi Allah (Yos. 5:2-8). Sebelum Ai—tidak ada catatan bahwa pasukan Yosua mempersiapkan diri secara rohani. Alasan yang Alkitab berikan atas kekalahan Israel adalah adanya dosa di tengah perkemahan mereka. Akhan telah mencuri barang jarahan dari Yerikho (7:1). Mereka tidak dapat mengalahkan Ai sampai dosa tersebut diakui dan mereka menyucikan diri (7:16-26). Setelah itu, barulah Tuhan memberi mereka suatu rencana untuk meraih kemenangan (8:1-7).

Inilah strategi yang membawa kemenangan bagi peperangan kita sehari-hari: mengakui dosa-dosa kita dan hidup dalam kuasa yang Allah sediakan bagi kita. —JDB

Ya Tuhan, sebelum aku pergi berperang hari ini, ampunilah
dosa-dosaku dan pimpinlah aku di jalan yang Kau kehendaki
untuk kulalui. Aku mau melayani-Mu. Mampukanku untuk hidup
bagi-Mu dan kehendak-Mu. Amin.

Kemurnian di dalam hati menghasilkan kuasa di dalam kehidupan.

Bagikan Konten Ini
3 replies
  1. Ian Purba
    Ian Purba says:

    Ya, Tuhan ingin kita mengakui apa yang talah kita lakukan. mungkin kita dapat bersembunyi dihadapan manusia, tapi kita tidak dapat bersembunyi dihadapan Tuhan.

    Renungan yang bagus, Tuhan Yesus memberkati kita sekalian.

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *