27 Persen

Sabtu, 15 Desember 2012

27 Persen

Baca: 2 Petrus 3:1-13

Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup. —2 Petrus 3:11

Sikap orang terhadap nubuat Alkitab sangat beragam. Perhatian sejumlah orang Kristen begitu tersita oleh nubuat sehingga mereka terus-menerus membicarakan tentang peristiwa-peristiwa terkini di dunia dan berpikir bahwa itu semua merupakan tanda-tanda zaman bahwa Kristus dapat kembali kapan saja. Yang lainnya begitu remeh memandang nubuat sehingga mereka seolah-olah tidak percaya sama sekali bahwa semua itu ada sangkut-pautnya dengan kehidupan Kristen.

Jadi, apakah nubuat itu penting? Berikut adalah beberapa fakta untuk membantu kita memandang segala sesuatu dengan benar. Ada 31.102 ayat di dalam Alkitab bahasa Indonesia. Dari ayat-ayat ini, sekitar 8.000 ayat mengandung semacam nubuat. Itu sama dengan 27 persen dari seluruh Kitab Suci!

Karena nubuat mengisi lebih dari seperempat isi Alkitab, umat Allah harus dengan sungguh-sungguh menghargai peran nubuat dalam wahyu Allah. Namun dengan sikap itu, kita harus ingat mengapa Tuhan memasukkan nubuat di dalam firman-Nya. Setelah menjelaskan bagaimana dunia akan berakhir, Petrus menyimpulkan, “Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup” (2 Ptr. 3:11). Dengan kata lain, setiap harinya kita harus mengambil keputusan untuk mau hidup saleh—hidup yang berpadanan dengan keberadaan kita di kehidupan mendatang.

Allah telah memberi kita pengetahuan tentang masa depan untuk memuliakan diri-Nya sendiri, untuk meyakinkan kita akan kuasa-Nya yang berdaulat atas perjalanan sejarah, dan untuk menantang kita supaya hidup dengan saleh. —HDF

Dia ‘kan datang! Aku ‘kan melihat-Nya,
Yesus, Tuhan yang kukasihi!
Aku terus diubah hingga serupa Dia;
Oh, betapa sukacitanya! —Dimmock

Nantikan kedatangan Kristus kembali dan Anda akan hidup untuk kemuliaan-Nya.

Bagikan Konten Ini
6 replies
  1. Galih
    Galih says:

    talk less,do more
    jangan hanya perkataan yang keluar,tapi perbuatan kita yang benar yang harus keluar lebih banyak

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *