Soal Peta Yang Sesungguhnya

Sabtu, 3 November 2012

Soal Peta Yang Sesungguhnya

Baca: Yohanes 6:44-59

Tetapi barangsiapa membenci saudaranya, . . . tidak tahu ke mana ia pergi. —1 Yohanes 2:11

Alat GPS (Global Positioning System—alat penunjuk arah berdasarkan satelit) adalah sarana terbaru bagi orang yang bepergian untuk menemukan rute terbaik guna mencapai tujuan mereka. Namun saya dan suami masih suka cara lama untuk memandu perjalanan kami, yaitu dengan menggunakan peta. Karena Jay yang biasanya memegang setir, saya otomatis menjadi pembaca peta. Biasanya saya tidak sulit menemukan arah, tetapi ketika mobil sedang berjalan, saya sering mendapat kesulitan. Meski mengetahui tujuan akhir kami, saya tidak dapat menemukan jalan terbaik untuk mencapai ke sana jika kami tidak berhenti untuk melihat di mana kami sedang berada. Saya perlu tahu di mana posisi saya.

Hal ini juga dapat terjadi dalam kehidupan rohani kita. Ketika berusaha mencari tahu ke mana Allah ingin kita pergi, kita perlu berhenti dan melihat posisi rohani kita. Jika tidak, kemungkinan kita akan menjadi tersesat di berbagai tempat, situasi, atau hubungan yang tidak kita inginkan.

Dalam tindakan-Nya menolong para murid menjalani kehidupan dan menyusuri jalan dengan melalui beragam jebakan dan godaan dunia, Yesus sering mengatakan “jangan” kepada mereka. “Jangan bersungut-sungut,” “jangan menghakimi menurut apa yang nampak, tetapi hakimilah dengan adil,” dan “jangan tidak percaya lagi, melainkan percayalah” (Yoh. 6:43; 7:24; 20:27). Untuk mengikut Yesus, kita sering harus berhenti ketika melakukan sesuatu yang salah. Pada saat kita bergantung kepada panduan Allah, kita akan belajar berjalan mengikuti arah yang benar menurut-Nya. —JAL

Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku
dan kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku serong,
dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!
—Mazmur 139:23-24

Jalan Allah adalah jalan yang benar untuk dilalui.

Facebooktwitterreddit

1 reply
  1. dewi
    dewi says:

    Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku
    dan kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku serong,
    dan tuntunlah aku di jalan yang kekal! Amin

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *