Safari Semut

Info

Jumat, 13 Juli 2012

Safari Semut

Baca: Amsal 6:6-11

Pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak. —Amsal 6:6

Dalam bukunya Adventures Among Ants: A Global Safari with a Cast of Trillions (Petualangan Para Semut: Safari Global Dengan Triliunan Peserta), Mark Moffett mengenang kembali kekagumannya terhadap semut di awal masa kanak-kanaknya—suatu ketertarikan yang tidak pudar seiring pertumbuhan dirinya. Minat Moffett yang besar ini membawanya meraih gelar doktor di Harvard dan kemudian berkeliling dunia sebagai seorang ahli dalam bidang tersebut. Studi yang dilakukannya telah memberinya pemahaman yang luar biasa tentang hewan yang rajin bekerja ini.

Jauh sebelum Moffett menemukan hal-hal ajaib dari dunia semut, Kitab Suci telah menyebut tentang kecerdikan dan etos kerja dari serangga mungil ini. Semut dipuji oleh Raja Salomo yang bijaksana sebagai teladan kerja keras bagi mereka yang suka bermalas-malasan: “Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak: biarpun tidak ada pemimpinnya . . . ia menyediakan rotinya di musim panas, dan mengumpulkan makanannya pada waktu panen” (Ams. 6:6-8).

Keajaiban akan ciptaan Allah tergambar dengan sangat indah ketika Allah memakai makhluk ciptaan-Nya untuk mengajar kita. Contohnya, dari semut kita dapat melihat pentingnya merencanakan masa depan dan menyiapkan persediaan untuk masa yang akan datang (30:25). Allah memberikan pelajaran rohani melalui alam itu sendiri, dan kita dapat belajar dari makhluk ciptaan-Nya bahkan yang sekecil semut sekalipun. —HDF

Dalam kitab alam yang terbuka iman tetap tak goyah—
Pola Sang Maha Pencipta terbukti dari setiap fakta;
Maka dengan khidmat kita renungkan karya agung
Dari semesta sekitar, yang dicipta oleh tangan Ilahi. —Peterson

Dalam kitab alam ciptaan Allah, kita dapat menemukan banyak pelajaran berharga.

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

1 Komentar Kamu

  • Ladang sudah menguning, tapi pekerja sedikit. Maukah kita menjadi pekerja seperti semut bekerja bagi Tuhan ?

Bagikan Komentar Kamu!