Sebab Tuhan Baik

Info

Oleh Priscila Stevanni

Beberapa waktu lalu, saya dan teman saya mendapat tugas mencari dana untuk sebuah kegiatan kampus. Kami memutuskan untuk berjualan nasi uduk. Sehari sebelum berjualan, kami mendatangi sepasang suami istri penjual nasi uduk untuk memesan delapan puluh bungkus nasi uduk mereka. Karena dimaksudkan untuk dijual kembali, maka saya dan teman saya menawar harga jauh di bawah harga normal. Awalnya, ibu penjual nasi uduk itu tidak setuju, namun setelah kami bujuk dan ia berbicara dengan suaminya, ia pun mengiyakan permintaan kami. Akhirnya, kami mendapat harga yang bagus dan mendapat keuntungan tiga ribu rupiah untuk satu bungkus nasi uduk. Tentu saja, saya dan teman saya sangat senang.

Namun, tanpa disangka-sangka, setelah menawar harga yang jauh lebih murah dibanding harga standar mereka, pasangan suami istri itu memberikan kami seporsi nasi uduk untuk dicicipi. “Ini gratis, Nak,” begitu kata mereka. Saya dan teman saya saling berpandangan, lalu terbersit rasa tidak enak dalam hati kami. Yang kami pikirkan hanya mencari keuntungan, tetapi justru kami mendapat kebaikan dari mereka. Dalam keadaan mereka yang sederhana, sepasang suami istri ini masih mau berbagi dengan orang yang jauh lebih mampu.

Melalui kejadian ini saya seakan diingatkan betapa seringnya manusia bersikap serakah dan tidak bersyukur. Terkadang kita meminta lebih kepada Tuhan tanpa menyadari bahwa Dia sudah terlebih dahulu menyediakan begitu banyak bagi kita. Kita sering menuntut tanpa mau memikirkan kepentingan orang lain. Tidak hanya itu, kebaikan sepasang suami istri tersebut juga mengingatkan saya pada kebaikan Tuhan yang tidak pernah putus di dalam hidup kita. Kita sering kali tidak taat dan mengeluh pada-Nya, namun Dia tetap memberikan yang terbaik bagi kita. Berkat-Nya selalu tersedia dan tidak pernah habis. Jadi, sudahkah kita bersyukur pada-Nya hari ini? “Syukur kepada Allah karena karunia-Nya yang tak terkatakan itu!” (2 Kor. 9:15).

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Artikel, Pena Kamu

5 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!