Penemuan Wright

Info

Jumat, 4 Mei 2012

Penemuan Wright

Baca: Kejadian 1:1-23

Dan hendaklah burung beterbangan di atas bumi melintasi cakrawala. —Kejadian 1:20

Pada 29 September 1909, seorang pemuda terbang dengan suatu peralatan aneh yang mirip seperti layang-layang kotak raksasa. Ketika mencapai suatu ketinggian, si pilot mengatur pengungkitnya sehingga ia dapat terbang melayang di atas Pelabuhan New York. Orang-orang memandang ke atas dengan kagum. Di pelabuhan, kapal-kapal menyambutnya dengan membunyikan peluit uap mereka. Keramaian di dekat Patung Liberty menyerukan sorak-sorai ketika melihat Wilbur Wright melakukan penerbangan di angkasa.

Orville Wright, saudara laki-laki Wilbur, telah menjadi pilot dari pesawat pertama yang melakukan penerbangan 6 tahun sebelumnya. Ia merefleksikan inspirasi mereka untuk terbang: “Kerinduan untuk terbang adalah gagasan yang diwariskan nenek moyang kami . . . yang dengan iri memandang burung-burung yang melambung dengan bebas di angkasa, dengan kecepatan penuh, mengatasi segala rintangan, di jalur yang tidak terbatas di udara.” Wright bersaudara menghabiskan banyak waktu untuk mempelajari burung-burung yang terbang sebelum merancang pesawat mereka.

Dalam kitab Kejadian, kita membaca bahwa “pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi” (1:1), dan Dia berfirman, “Hendaklah burung beterbangan di atas bumi melintasi cakrawala” (ay.20). Kita memang memuji kehebatan penemuan Wright bersaudara. Namun, Allah Pencipta, yang pertama kalinya menciptakan segala makhluk yang dapat terbang, layak menerima kemuliaan yang tertinggi—karena segala jenis burung dan setiap ciptaan lainnya adalah hasil karya-Nya! —HDF

Ladang dan hutan, lembah dan gunung,
Padang penuh bunga, laut bergelora,
Burung melambung dan air mengalir
Mengajak kita memuji Dia. —van Dyke

Setiap rancangan dari ciptaan mengarahkan kita kepada Sang Perancang Agung.

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

4 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!