Segala Sesuatu Itu Indah

Rabu, 25 April 2012

Segala Sesuatu Itu Indah

Baca: Yoel 2:18-27

Aku akan memulihkan kepadamu tahun-tahun yang hasilnya dimakan habis oleh belalang pindahan. —Yoel 2:25

Keindahan dari rancangan renda hitam dengan latar belakang jingga dan ungu pastel itu memikat perhatian saya. Kerumitan polanya yang rapuh membuat saya beranggapan bahwa rancangan itu merupakan karya seorang seniman yang terampil. Namun, ketika melihat foto itu dengan lebih dekat, saya melihat sang seniman sedang mengagumi karyanya dari salah satu sudut foto. “Seniman” itu adalah seekor ulat, dan karya seninya ini adalah selembar daun yang sebagian telah digerogotinya.

Yang membuat gambar itu indah bukanlah kerusakan daun itu melainkan cahaya yang sinarnya menembusi lubang-lubang yang ada. Ketika memandangi foto itu, saya mulai berpikir tentang hidup manusia yang telah digerogoti oleh “ulat” dosa. Dampaknya sungguh membinasakan. Dosa menggerogoti kita ketika kita terkena akibat dari keputusan buruk yang kita atau orang lain ambil. Kita semua menjadi korban dosa.

Namun foto itu juga mengingatkan saya tentang pengharapan yang kita miliki dalam Allah. Melalui Nabi Yoel, Allah berkata kepada Israel, “Aku akan memulihkan kepadamu tahun-tahun yang hasilnya dimakan habis oleh belalang pindahan” (Yoel 2:25). Dan dari Yesaya kita belajar bahwa Tuhan menetapkannya “untuk menghibur semua orang berkabung, untuk mengaruniakan kepada mereka perhiasan kepala ganti abu” (Yes. 61:2-3).

Iblis bisa melakukan apa saja dalam kuasanya untuk memperburuk diri kita, tetapi sebaik apa pun upayanya itu, sang Terang Dunia dapat memperindah kita. —JAL

Dosa merusak hidup yang berbuah
Ketika dosa tidak diatasi;
Allah akan pulihkan dan luruskan
Setelah dosa itu diakui. —Sper

Allah tak menghapus ketidaksempurnaan kita, tetapi Dia memperindah kita dengan bersinar menembusinya.

Bagikan Konten Ini
4 replies

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *