Pengaruh Jawaban Yang Lemah Lembut

Selasa, 10 April 2012

Pengaruh Jawaban Yang Lemah Lembut

Baca: Amsal 15:1-4

Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan marah. —Amsal 15:1

Mobil saya mogok di tengah terowongan ketika pengemudi lain bersusah payah melewati mobil saya, mereka melampiaskan frustrasinya dengan marah-marah. Akhirnya, mobil saya diderek ke bengkel untuk diperbaiki. Namun mobil saya mogok lagi, sehingga saya terdampar di jalan raya antar kota pada pukul 2 pagi. Saya harus kembali membawanya ke bengkel tadi.

Sayangnya, bengkel itu juga menjadi tempat parkir selama pertandingan bisbol tim Boston Red Sox. Keesokan harinya sepulang kerja, ketika saya tiba di sana untuk mengambilnya, mobil saya terjebak di antara 30 mobil lainnya!

Saya harus akui bahwa ocehan dan teriakan saya tak sepenuhnya memuliakan Kristus. Setelah menyadari bahwa sikap itu membuat mereka semakin ogah membantu saya saat bengkel itu sudah mau tutup, saya berniat untuk menyerah dan keluar dari situ. Saya bergegas ke pintu kaca, tetapi saya sulit membukanya. Amarah saya memuncak ketika para pekerja bengkel justru menertawakan saya.

Belum jauh melangkah, saya tersadar betapa sikap saya sama sekali tidak memuliakan Kristus. Saya berbalik untuk mengetuk pintu yang telah terkunci dan mengucapkan kata “maaf” kepada para pekerja bengkel itu. Mereka sangat kaget! Mereka pun mengizinkan saya masuk kembali, dan dengan lemah lembut, saya mengatakan bahwa sebagai orang Kristen saya tak pantas bersikap seperti itu. Beberapa menit kemudian, mereka mulai memindahkan mobil-mobil lain sehingga mobil saya bisa keluar. Saya mengalami alangkah benarnya, bahwa perkataan yang lemah lembut, dan bukan yang pedas, bisa mengubah keadaan (Ams. 15:1). —RKK

Kiranya dalam cengkeraman amarah kutemukan
Kuasa diri untuk jinakkan lidah dan bibir;
Namun jika aku gagal, kiranya Allah berikanku
Keteguhan hati untuk mengampuni. —Kilgore

Jawaban yang lemah lembut sering kali menjadi alat untuk meredakan hati yang keras.

Facebooktwitterreddit

5 replies
  1. sulaiman
    sulaiman says:

    Ternyata bukan islam saja yang menjelaskan begitu pentingnya sikap lemah lembut. Agaman ini juga menjelaskan betapa pentingnya berkata dan berprilaku lemah lembut. ^^

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *