Pilihan Dan Konsekuensi

Rabu, 28 Desember 2011

Baca: Galatia 6:1-10

Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya. —Galatia 6:7

Museum Perbudakan Internasional di Liverpool, Inggris, menyimpan kenangan tentang kehancuran dari sekian generasi pria, wanita, dan anak-anak yang menjadi korban perbudakan. Harga yang harus dibayar oleh orang-orang tak bersalah akibat keserakahan sesamanya itu memang mengerikan—tetapi bukan hanya mereka yang membayarnya. Pada dinding museum itu, terpahat sebuah perkataan yang mendalam dari Frederick Douglass, seorang bekas budak dan pejuang hak asasi manusia, yang berbunyi, “Tidak ada seorang pun dapat merantai pergelangan kaki sesamanya tanpa akhirnya menyadari bahwa ujung rantai lainnya terpasang pada lehernya sendiri.” Ketika kita merendahkan derajat orang lain, sebenarnya kita sedang merendahkan derajat kita sendiri.

Rasul Paulus menyatakannya dengan cara lain ketika ia menulis, “Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya” (Gal. 6:7). Kata-kata Paulus merupakan suatu peringatan keras kepada kita bahwa pilihan kita membawa konsekuensi—dan termasuk di dalamnya bagaimana kita memilih untuk memperlakukan orang lain. Ketika kita memilih untuk membenci, maka kebencian itu dapat berbalik menimpa kita dalam bentuk konsekuensi yang tidak pernah benar-benar siap kita hadapi. Sebagai akibatnya, kita dikucilkan dari pergaulan, kita marah terhadap diri sendiri, dan pelayanan kita kepada Kristus pun lumpuh.

Sebaliknya, marilah memilih untuk “[tidak] jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai . . . selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang” (ay.9-10). —WEC

Yang menabur benih keserakahan dan kebencian
Akan menuai kerusakan, kehilangan, dan kepedihan;
Tetapi bila kita menaburkan kasih dan kebaikan,
Kita akan menuai upah yang kekal. —Sper

Benih yang kita taburkan hari ini menentukan jenis buah yang akan kita tuai esok hari.

Bagikan Konten Ini
4 replies
  1. Sahat
    Sahat says:

    ..Ketika kita memilih untuk membenci, maka kebencian itu dapat berbalik menimpa kita…
    Belajarlah untuk melakukan Kasih, karena Kristen Itu adalah Kasih dan Pengikut Kristus

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *