Doa Bapa Kami: #5 Lepaskanlah Kami Dari Pada yang Jahat

Doa Bapa Kami: #5 Lepaskanlah Kami Dari Pada yang Jahat

Download wallpaper ukuran : 1024x768 | 1280x800

Seri Wallpaper Doa Bapa Kami, karya Heri Kurniawan

dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan,
tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat.

(Matius 6:13a)

Kita sedang menyatakan bahwa Tuhan mempunyai kuasa untuk memimpin kita menghindari segala godaan yang menghadang kita; dan kita meminta, “Jika kesempatan untuk berdosa muncul, bantulah agar saya tidak memiliki hasrat untuk melakukannya. Jika godaan itu muncul dari dalam diri saya, bantulah agar tidak tersedia kesempatan untuk melakukannya.”

Jadi saat kita berdoa, “Lepaskanlah kami dari pada yang jahat,” kita mengakui kekuatan Setan, kelemahan kita, dan kebutuhan kita akan kuasa dari Tuhan.

DISKUSI

Apa bedanya pencobaan yang membawa kita kepada dosa dengan ujian yang membangun karakter rohani kita? (lihat Luk. 22:31-32; I Kor. 7:5; Yak. 1:13)

(Ayo sharing-kan jawaban dan pendapatmu dengan para sobat muda lain melalui box comment di bawah ini!)

Artikel dikutip dari buku Seri Hikmat Ilahi “Pola Doa Tuhan Yesus”
oleh Haddon Robinson ©2002, RBC Ministries

Bagikan Konten Ini
6 replies
  1. chelseac
    chelseac says:

    Pencobaan membuat kita menjauh dr Tuhan, sdgkn ujian membentuk pribadi kita semenjadi semakin serupa dengan Tuhan

  2. lia
    lia says:

    saya ingin bertanya, saya harap teman2 bersedia untuk memberi masukan.

    Bagaimana dengan perasaan yang muncul dalam hati tanpa saya inginkan sekalipun?

    misalnya, Tiba2 di dalam hati saya muncul rasa cemburu terhadap orang lain,. padahal saya sama sekali tak ingin merasakan hal itu, dan saya menyadari betul bahwa cemburu itu dosa,setelah itu saya merasa sangat buruk sekali.

    Apakah itu pencobaan yang membawa saya kepada dosa, atau ujian yang membangun karakter rohani saya?..

    Sungguh, saya bingung sekali, setiap saya merasakan hal itu, saya langsung minta ampun pada Tuhan, namun masih bertanya2 mengapa saya bisa merasakan hal yang jahat seperti itu, tanpa saya menginginkannya sekalipun.

    Bila teman2 ada yang berkenan memberi masukan, saya ucapkan terimakasih.

  3. naysz
    naysz says:

    @lia: maksudnya cemburu gmn ya? cemburu seperti iri hati ke orang lain? kalau iya, menurut saya iri hati itu memang sifat manusiawi dari manusia, sehingga kalau melihat orang lain yang lebih berhasil dari kita, kita cenderung iri kepada mereka. Kenapa sih koq dia bisa seperti itu sedang saya tidak, misal ada teman yang kaya, sedangkan kita berkekurangan. Sebagai anak Tuhan kita tidak boleh iri hati terhadap orang lain. Seperti perintah Allah yang ke 10, jangan mengingini milik sesamamu.
    Jika kita melihat seseorang bisa berhasil, kita seharusnya ikut senang, bukan malah iri kepada mereka. Jika kita malah iri hati, tentu kita akan jatuh dalam dosa. Kira2 itu pendapat dari saya. GBU^^

  4. Indra
    Indra says:

    dear Lia,
    hm… kembali lagi ke sifat kita sebagai manusia berdosa, walaupun kita ingin melakukan yang baik tapi sifat kita yang memang berdosa akan terus memimpin kita ke dosa (coba lihat Galatia 5:17 deh)

    so menjawab pertanyaan kamu tentang apakah hal ini pencobaan yang membawa kepada dosa atau ujian yang membangun karakter rohani,bisa saja keduanya karena percobaan terkadang “diizinkan” Tuhan untuk membangun karakter kita (coba lihat lagi yakobus 1:2-3 hehe gapapa yah buka banyak ayat?)tergantung bagaimana respons kita saat menghadapi percobaan itu….

    apakah kita akan menyerah kepada pencobaan itu atau kita akan “berbahagia karena berbagai-bagai pencobaan?”

    Best regards, GBu

  5. lia
    lia says:

    @Indra: Dear Indra, Terimakasih banyak untuk masukannya, sungguh saya merasa sangat lega,. saya pikir selama ini Tuhan tidak mendengar doa saya,.
    selama ini saya meminta pada Tuhan untuk bisa hidup kudus setiap waktu, namun saya kebingungan, menagapa kEtika meminta hal itu, perasaan jahat muncul dalam hati seperti cemburu, negative thingking datang bergantian seperti tak ada hentinya,. karena sebelumnya saya jarang merasakan hal2 buruk seperti itu. Namun sekarang saya mengerti apa yang menjadi kehendak Tuhan,. Terimakasih banyak,masukannya sangat membantu.. 🙂

    @Naysz: Terimakasih juga untukmu atas masukannya,.Saya akan berjuang untuk bisa hidup berkenan di mata Tuhan selalu,. 🙂

    Terimakasih untuk semuanya teman2,. Berkat Tuhan menyertai teman2 semua,. Kiranya kita dimampukan untuk bisa memenangkan pertandingan hidup ini sampai akhirnya,. dan beranjak ke Rumah Bapa yang Kudus,..

    Terpujilah namaMu Tuhan senantiasa,. Jiwaku Bersyukur padamu,. Halelluuyaa

  6. vicky
    vicky says:

    menurut saya, dua-duanya sama aja.,. tergantung kita meresponnya, karena semuanya itu di izinkan dr Tuhan buat kita. Tuhan berkati

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *