Musik Di Dalam Hati

Oleh Anne Cetas

Bakat menyanyi telah dimiliki oleh keempat anak Von Trapp sejak lahir. Mereka adalah cicit dari Kapten Georg Von Trapp. Kisah cintanya dengan istri kedua, Maria, mengilhami film The Sound of Music di tahun 1965.

Setelah sang kakek, Werner von Trapp, terkena stroke, Montana bersaudara ini pun merekam CD (Compact Disc) pertama mereka untuk menghiburnya. Kemudian, anak-anak itu mengadakan pertunjukan ke seluruh dunia. Stefan, ayah dari keempat anak tersebut mengatakan, “Musik telah menjadi bagian dari diri mereka.”

Penulis Mazmur 98 juga memiliki lagu dalam hatinya. Ia mengajak orang lain untuk menyanyi bersamanya, “Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN, sebab Ia telah melakukan perbuatan-perbuatan yang ajaib” (ay.1).

Ia memuji Allah atas keselamatan yang dari pada-Nya, keadilan-Nya, kasih setia dan kesetiaan-Nya (ay.2-3). Hati sang pemazmur begitu penuh dengan pujian sehingga ia mengajak seluruh bumi untuk bermazmur, sungai-sungai untuk bertepuk tangan, dan gunung-gunung untuk bersorak-sorai bersama-sama (ay.4,8).

Kita juga memiliki banyak hal untuk disyukuri—pemberian Allah berupa keluarga, teman-teman, dan pemenuhan kebutuhan kita setiap hari. Ia dengan setia memelihara kita, anak-anak-Nya.

Mungkin kita tidak dapat bernyanyi dengan merdu. Namun, ketika kita mengingat siapa Allah bagi kita, dan segala sesuatu yang telah Ia lakukan bagi kita, kita tidak dapat menahan diri untuk tidak “bersorak-soraklah bagi Tuhan” (ay.4).

Pujian adalah luapan dari hati yang bersukacita.

Bagikan Konten Ini
0 replies

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *