Tuhan Berbicara Kepadaku Lewat Sebuah Film

Oleh Daniel Adhi Surya

Hikmat berseru nyaring di jalan-jalan, di lapangan-lapangan ia memperdengarkan suaranya, di atas tembok-tembok ia berseru-seru, di depan pintu-pintu gerbang kota ia mengucapkan kata-katanya. (Amsal 1:20-21)

Dengan cara yang sama, Tuhan tidak pernah berhenti membuatku terperanjat heran dengan cara-cara-Nya yang unik untuk “memperdengarkan” suara-Nya demi menarik perhatianku. Contohnya, hal itu terjadi ketika Tuhan menyingkapkan ketidakberesan relasiku dengan Ayah saat aku menyaksikan sebuah film berjudul Source Code. Tuhan tidak hanya menyingkapkan ketidakberesan tersebut, Dia juga seolah mengulurkan bantuan praktis kepadaku untuk membereskan relasi yang bermasalah ini!

Film ini menceritakan tentang seorang tentara muda bernama Kapten Colter Stevens (diperankan oleh Jake Gyllenhaal) yang akan menemui ajalnya di medan perang. Akan tetapi, sesaat sebelum kematiannya, Kapten Colter menceritakan kepada seorang rekannya mengenai relasinya yang sangat buruk dengan sang ayah dan ia tidak tahu bagaimana harus membereskan masalahnya itu.

Sebelum jantungnya berhenti berdetak untuk selamanya, Kapten Colter diberikan kesempatan selama 8 menit untuk membereskan masalah ini. Yang sungguh membuatku tersentuh adalah bagaimana Kapten Colter berjuang begitu rupa untuk memanfaatkan sebaik mungkin setiap detik yang ada di dalam 8 menit itu!

Setelah ia berhasil menggagalkan rencana pemboman sebuah kereta api yang sedang menuju ke Chicago, ia memakai sisa-sisa menit hidupnya itu untuk menelepon ayahnya dan membereskan relasi mereka yang rusak (pada saat adegan inilah, Tuhan mengingatkanku soal relasiku yang buruk dengan Ayah!)

Sungguh ajaib, bagaimana Tuhan sanggup memakai peristiwa apa saja dalam hidup kita untuk “memperdengarkan” apa yang Dia ingin kita ketahui. Dan ketika Roh Kudus mencelikkan mata hatiku untuk mendengar apa yang Tuhan sedang coba katakan kepadaku, aku menyadari bahwa aku tidak akan mampu mengelak dari-Nya! Bahkan setelah aku selesai menonton film itu, adegan percakapan antara Kapten Colter dengan ayahnya terus bergema di hati dan pikiranku. Rasanya, seolah-olah Tuhan sedang mendesakku dan berkata: “Ayo Daniel, bukannya kamu mau membereskan relasimu dengan ayahmu, seperti yang Kapten Colter lakukan? It’s good to be reconciled with your dad!Yohanes 10:27 berkata, “Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku.” Pilihannya sudah jelas, dan aku tahu apa yang seharusnya kulakukan.

Hari ini, apakah kita mau mencondongkan telinga dan melatih kepekaan rohani kita untuk mendengar hikmat Allah yang berseru-seru dari dalam firman-Nya dan di dalam dunia-Nya? Apakah kamu mau taat untuk melakukan apa yang Allah minta kamu lakukan? Itulah yang hendak kulakukan sekarang. Semoga ini bisa jadi dorongan untuk kita semua.

Bagikan Konten Ini
4 replies
  1. anit
    anit says:

    sungguh kreatif cara Tuhan untuk berkomunikasi dengan kita… begitu kreatifnya sampai2 ga bisa ketebak ama kita… awesome^^

  2. evylina
    evylina says:

    Begitu unik cara Bapa kita menegur setiap orang termasuk diriku sendiri,.

    Dalam segala hal sederhana dan dengan cara yang tak terduga,.
    namun tidak berhenti sampai disitu saja,.
    apakah kita mau peka dan menjalankan apa yang Tuhan kehendaki dalam hidup kita?

    Lakukanlah bagian yang Tuhan berikan padamu,. Lakukanlah dengan sungguh2 karena Itu semua akan menjadi buah manis yang akan mengeyangkan jiwamu

    Ttp Smangat ya tman2 🙂

  3. Febe Margareta
    Febe Margareta says:

    great articles, ^^
    tidak ada yg namanya mantan ayah, bekas anak,, apapun dan bagaimanapun orgtua kita, mereka adalah great people yg sudah Tuhan percayakan, agar melalui mereka kita juga menjadi great people too, di dalam iman, pengharapan, dan kasih. Blessing,

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *