Pikiran Yang Tercuri

Kamis, 9 Juni 2011

Baca: Mazmur 13; Kolose 3:1-4

Berapa lama lagi, Tuhan, Kaulupakan aku terus-menerus? —Mazmur 13:2

Sewaktu saya dan istri melakukan perjalanan ke negara bagian lain di Amerika Serikat, seseorang membobol mobil kami ketika kami berhenti untuk makan siang. Setelah sekilas memandang ke jendela mobil yang pecah berantakan, kami baru sadar bahwa kami lupa mengamankan alat navigasi GPS (global positioning system) kami.

Setelah memeriksa sekilas bangku belakang, saya menyimpulkan bahwa pencuri itu juga mencuri laptop, paspor, dan buku cek saya.

Lalu, saya pun menerima kejutan. Malam harinya, setelah menghubungi banyak pihak dan kekhawatiran kami semakin memuncak, terjadi sesuatu yang tidak terduga. Ketika saya membuka koper, saya menemukan barang-barang yang saya pikir telah hilang itu terselip di antara pakaian. Saya hampir tidak percaya dengan apa yang saya lihat! Barulah saya ingat bahwa saya memang tidak pernah meletakkan barang-barang tersebut di tempat duduk belakang. Saya telah memasukkan semuanya itu ke dalam koper yang tersimpan dengan aman di bagasi mobil kami.

Terkadang, dalam emosi yang melanda, kita diperdaya oleh pikiran kita sendiri. Kita berpikir bahwa kita telah kehilangan begitu banyak. Kita mungkin merasa seperti Daud sang pemazmur, yang dalam kebingungannya saat itu, berpikir bahwa Allah telah melupakannya.

Ketika Daud mengingat apa yang diketahuinya dan bukan apa yang dikhawatirkannya, rasa kehilangannya berubah menjadi puji-pujian (Mzm. 13:5-6). Sukacita yang dirasakannya kembali menjadi petunjuk dari apa yang kini harus kita ingat: Tidak ada yang dapat mencuri hal yang terpenting dalam hidup ini, jika hidup kita “tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah” (Kol. 3:3). —MRD II

Ketika duka melanda atau kecemasan kita meningkat,
Kasih-Nya takkan kecewakan kita, mata-Nya memandu kita;
Dan kala kita goyah dan nyaris rebah,
Dia beri kekuatan baru dan membuat kita menang. —NN.

Letakkan keyakinanmu pada kasih Allah dalam hatimu—
bukan pada kekhawatiran yang ada di pikiranmu.

Bagikan Konten Ini
5 replies
  1. evylina
    evylina says:

    “Sungguh, kita ini hanyalah manusia kecil dan lemah”
    Dengan kekuatan diri sendiri kita tak akan mampu untuk merubah hati dan
    pikiran kita. Akupun pribadi tak akan pernah mampu sendiri,
    Di saat ku lemah, ku butuh Bapa yang slalu setia menjaga hati dan
    pikiranku untuk jauh dari rasa iri hati, cemburu, marah, kesal dan benci
    terhadap orang lain.

    “Bila kau merasakan hal serupa, maka mintalah pada Tuhan untuk merubah
    hati dan pikiranmu,. Dia yang akan slalu menjagamu, Percayalah 🙂
    Have a blessed day 4 u all!

  2. Dc
    Dc says:

    Tuhan…, E’kw tw akhr2 inih k’khawatiran quwh m’bwt quwh down Bapa, E’kw tw apah yg sdng aquwh khawatir kn & aquwh jg tw klw k’khawatiran ituwh tdk m’+ s’hasta pun dr harta quwh, malahan bs m’rusak k’sht’n, pkr’n & jiwa…
    & ktk aquwh m’nyerahkn smua na k’dlm tangan pengasihn Muwh, aquwh pasrah Bapa… Aquwh tw k’khawatiran ituwh sdh m’curi hr2 quwh…, tp aquwh pcy hal ituwh akn sgra b’akhr dgn k’menangan yg E’kw bri kn ats stp k’khawatir’n quwh krn aquwh pcy, b’hrp & b’serah kpd Muwh, Bapa p’cipta alam semesta & jagat raya inih…
    AMIN.. 🙂

  3. Henry
    Henry says:

    saya selalu lengah.. saya selalu tidak bisa mengalahkan keinginan daging saya.. saya selalu tercuri oleh setan … mohon ampun Tuhan YESUS .. mohon ampun ..

    rekan2.. mohon bantuan doanya supaya saya bisa menang melawan godaan setan dan dunia..

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *