Haruskah Saya Membaca Kitab Imamat?

Rabu, 15 Juni 2011

Baca: Yesaya 55:6-13

Demikianlah firman-Ku . . . tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki. —Yesaya 55:11

Apakah saya benar-benar harus membaca kitab Imamat?” Seorang eksekutif muda bertanya dengan sungguh-sungguh kepada saya ketika kami membicarakan manfaat dari menyediakan waktu untuk membaca Alkitab. “Perjanjian Lama sepertinya begitu membosankan dan sulit dimengerti,” katanya.

Banyak orang Kristen merasakan hal yang sama. Tentu saja jawabannya adalah bahwa Perjanjian Lama, termasuk kitab Imamat, memberikan latar belakang dan bahkan perbandingan yang sangat penting untuk memahami Perjanjian Baru. Ketika Yesaya menantang kita untuk mencari Allah (55:6), ia juga menjanjikan kepada kita bahwa firman Allah akan melaksanakan apa yang dikehendaki-Nya (ay.11). Firman Allah itu hidup dan kuat (Ibr. 4:12), dan bermanfaat untuk mengajar, menyatakan kesalahan, memperbaiki kelakuan dan mendidik kita (2 Tim. 3:16). Firman Allah tidak akan kembali dengan sia-sia (Yes. 55:8-11), tetapi terkadang baru pada saat kita membutuhkannya, kita kemudian teringat tentang firman-Nya.

Roh Kudus menggunakan kebenaran demi kebenaran yang kita simpan setelah kita membaca atau menghafal firman, dan Dia menolong kita menerapkannya di saat yang tepat. Contohnya, Imamat 19:10-11 berbicara tentang persaingan bisnis dan bahkan kepedulian terhadap orang miskin. Roh Kudus dapat mengingatkan kita tentang konsep ini, dan kita dapat menerapkannya, jika kita telah menyediakan waktu untuk membaca dan merenungkan bagian tersebut.

Membaca Alkitab menjadikan pikiran kita berfungsi sebagai gudang penyimpanan bagi Roh Kudus untuk berkarya. Itulah alasan yang kuat untuk membaca kitab Imamat dan juga ke-65 kitab lainnya. —RKK

Tuhan, kuingin belajar untuk semakin menyukai firman-Mu. Ajar dan tolong aku untuk menyimpannya dalam hatiku sehingga aku dapat menerapkannya, dikuatkan olehnya, dan menolong orang lain untuk mengenalnya juga. Amin.

Untuk memahami firman Allah, bersandarlah kepada Roh Allah.

Bagikan Konten Ini
4 replies
  1. fendy
    fendy says:

    Membutuhkan perjuangan yg extra utk dpt membaca firman Tuhan krn kedangingan yg lebih dominan. Tapi Tuhan sanggup melakukan hal2 yg di luar nalar manusia ……. Aminnn

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *