Waktunya Berdoa?

Info

Kamis, 5 Mei 2011

Baca: Mazmur 70

Ya Allah, bersegeralah melepaskan aku, menolong aku, ya Tuhan! —Mazmur 70:2

Di suatu pagi, ketika saya masih kanak-kanak, saya duduk di dapur dan melihat ibu saya menyiapkan sarapan. Tiba-tiba saja, minyak dalam wajan, tempat ia sedang menggoreng daging, tersambar api. Lidah-lidah api meletup ke udara dan ibu saya segera berlari ke lemari dapur mengambil sekantung tepung untuk dilemparkan ke api tersebut.

“Tolong!” teriak saya. Kemudian saya menambahkan, “Andai saja ini waktunya berdoa!” “Waktunya berdoa” telah menjadi ungkapan yang sering diucapkan di rumah kami, dan saya mengartikannya secara harfiah bahwa kami dapat berdoa hanya di waktu-waktu tertentu saja.

Tentu saja yang dimaksud dengan “waktu berdoa” adalah kapan saja—terlebih ketika kita sedang dalam krisis. Ketakutan, kekhawatiran, kegelisahan, dan kecemasan adalah waktu-waktu yang paling umum bagi kita untuk memanjatkan doa. Ketika kita mengalami keterpisahan, terabaikan, dan terputus dari segala kekuatan manusiawi yang kita punya, pada saat itulah kita terdorong secara alami untuk berdoa. Kita berseru sebagaimana Daud berseru, “Tolonglah aku, ya Tuhan” (Mzm. 70:2).

John Cassian, tokoh Kristen di abad ke-5, menulis kalimat ini: “Doa adalah seruan ketakutan dari seseorang yang melihat perangkap musuh, seruan seseorang yang dikepung siang dan malam, dan menyatakan bahwa ia tak akan dapat lepas kecuali Pelindungnya datang untuk menyelamatkannya.”

Kiranya ini menjadi doa kita yang sederhana dalam setiap krisis yang dihadapi dan di sepanjang hari kita: “Tuhan, tolong aku!” —DHR

Kapan pun kita menolong sesama,
Atau ketika kita menanggung beban berat,
Adalah waktunya berseru kepada Bapa kita,
Menjadi waktu yang tepat untuk berdoa. —Zimmerman

Tak ada tempat dan tak ada waktu dimana kita tak dapat berdoa.

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

3 Komentar Kamu

  • Selalu bergantung pada-Nya dalam sukacita maupun dukacita ^^

  • Bagiku doa adalah kebutuhanku sehari-hari.Dan tidak ada hari tanpa doa.Layaknya nafas yg mesti dihirup terus,agar tetap dapat terus hidup.Amin.

  • doa bukan hanya saat kita sedih dan minta pertolongan, tapi juga saat kita bersyukur atas rasa sukacita, bahkan sekedar curhat

Bagikan Komentar Kamu!