Rencana Sempurna Allah Bagimu

Info

Oleh Erikson Hasudungan Rajagukguk

Saya punya seorang teman yang tidak yakin bahwa Allah punya rencana yang sempurna untuk setiap orang percaya. Dalam salah satu diskusi kami, saya memohon padanya untuk meyakini hal itu, karena memang demikian kebenarannya. Itulah janji Tuhan pada setiap anak-Nya (Ibr. 11:40). Orang yang tidak percaya akan kebenaran ini akan menjalani hidup tanpa arah yang jelas, dan berisiko melangkah di luar dari kehendak Allah yang terbaik baginya.

Dalam Yeremia 1:5, kita melihat bahwa Tuhan menetapkan Yeremia untuk melayani-Nya sebagai seorang nabi, bahkan sebelum dia dilahirkan. Panggilan kita mungkin berbeda dengan nabi Yeremia, namun kita membaca di Efesus 2:10, “Kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau supaya kita hidup di dalam-Nya.” Seperti Yeremia, Allah telah mempersiapkan sesuatu di depan untuk kita lakukan. Dan kita diberitahu bahwa hal itu adalah “pekerjaan baik”.

Bagaimana kita mengetahui apa yang dimaksud dengan “pekerjaan baik” ini? Pertama-tama kita perlu menyerahkan seluruh hidup kita kepada Allah dan membiarkan Dia menjadi juru mudi kehidupan kita. Kemudian, Dia akan mulai menyingkapkan rencana-Nya bagi kita selangkah demi selangkah. Tugas kita adalah untuk terus berserah kepada-Nya—menyerahkan baik pikiran, perbuatan maupun keputusan kita sehari-hari.

Ketika Allah meminta kita melakukan sesuatu yang rasanya tidak nyaman atau tidak sanggup kita kerjakan, kita bisa percaya bahwa Dia akan memperlengkapi kita dengan menyediakan segala sesuatu yang kita butuhkan demi mencapai tujuan yang Dia berikan. Dengarkan firman Allah kepada Yeremia ketika ia merasa tidak layak untuk tugas yang diberikan kepadanya: “Janganlah katakan: Aku ini masih muda, tetapi kepada siapapun engkau Kuutus, haruslah engkau pergi, dan apapun yang Kuperintahkan kepadamu, haruslah kausampaikan. Janganlah takut kepada mereka, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau, demikianlah firman TUHAN” (Yeremia 1:7-8).

Walau demikian, jangan tawar hati jika Allah belum menyingkapkan rencana-Nya bagimu. Kamu bisa yakin bahwa rancangan Allah untuk hidupmu adalah rancangan yang indah (Yeremia 29:11). Sementara kita menanti, kita bisa tetap setia berdoa dan memohon kepada-Nya untuk berbicara kepada kita, dan untuk membantu kita dalam melaksanakan panggilan-Nya bagi setiap orang percaya, yakni mengasihi, mencari dan menaati-Nya—sambil tangan-Nya membimbing kita di sepanjang jalan kebenaran dalam hidup kita (Mazmur 32:8).

Misi ini hanya kita sendiri yang dapat lakukan,
Untuk membangun, mengajar atau menanam;
Tujuanmu mungkin tersembunyi dari pandangan,
Tetapi di sana Allah memanggil dirimu. —Thayer

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Artikel, Pena Kamu

4 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!