Hidup Oleh Karena Anugerah Tuhan Semata

Info

Oleh Fushen Ong

Bencana alam yang melanda Jepang bulan Maret lalu menimbulkan banyak pendapat dan pandangan menarik yang tidak bisa lepas dari perhatianku.

Sebagian orang melihat bagaimana sistematis dan teraturnya sikap bangsa Jepang dalam menghadapi akibat dari bencana itu dan memuji mereka sebagai suatu hal yang luar biasa. Sebagian yang lain “menghakimi” bangsa Jepang dengan mengatakan bahwa bencana yang menimpa mereka itu merupakan akibat dari dosa-dosa yang mereka dan leluhur mereka lakukan di masa lalu. Tuhan sedang menghukum mereka karena kekejaman yang mereka perbuat.

Ada pula yang khawatir terhadap bencana yang menimpa Jepang karena akibat yang ditimbulkannya dapat mempengaruhi perekonomian dunia, sementara sebagian lain berusaha mencari keuntungan sebesar-besarnya dari bencana yang terjadi.

Namun sebanyak apapun pendapat orang, satu kebenaran tidak mungkin kita pungkiri: ketika bencana melanda, manusia tidak berkuasa atas hidup dan matinya sendiri.

Kebenaran itu saya hadapi sendiri ketika saya berada dalam perjalanan pulang dari Bandung ke Jakarta. Perjalanan tersebut biasanya akan menghabiskan waktu 2 hingga 3 jam dan saya pulang dengan menumpang sebuah shuttle bus dengan 11 orang di dalamnya (1 orang pengemudi dengan 10 orang penumpang).

Sekitar 45 menit sejak meninggalkan Bandung, ban belakang kiri kendaraan kami mulai mengalami kebocoran dan akhirnya kempes. Alhasil, sopir kami harus menepikan kendaraan dan mengganti ban tersebut dengan ban yang baru. Hal ini wajar terjadi dalam suatu perjalanan jarak jauh. Segera itu selesai, kami pun melanjutkan perjalanan.

Setelah menempuh beberapa kilometer berikutnya dengan kecepatan berkisar 100 km/jam, keadaan menjadi gawat. Ban belakang kiri yang baru saja diganti ternyata pecah dengan tiba-tiba. Kendaraan menjadi sulit dikendalikan dan banyak penumpang menjadi panik sambil berteriak-teriak. Saya sendiri mencoba untuk diam dan berdoa. Saya jadi menyadari bahwa saya tidak memiliki kendali atas hidup atau mati diri saya sendiri, sehingga saya mengingatkan diri sendiri bahwa saya tidak pernah luput dari pandangan Allah dan apapun yang terjadi tidak akan pernah terjadi tanpa seizin-Nya.

Oleh anugerah-Nya, kendaraan tersebut berhasil ditepikan dan kami pun menunggu kendaraan lain yang membawakan ban pengganti. Syukurlah, kami dapat sampai ke Jakarta dengan selamat.

Hidup ini penuh dengan masa depan yang tidak pasti dan tidak bisa diperkirakan. Namun demikian, satu hal yang pasti, kita punya jaminan dari Allah yakni rencana-Nya atas kita dan kesetiaan-Nya yang tidak pernah berubah. Allah telah berjanji dalam Roma 8:38-39, “bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita”.

Kiranya kita bergantung penuh kepada-Nya, dalam keadaan senang ataupun susah, untuk selama-lamanya.

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Artikel, Pena Kamu

3 Komentar Kamu

  • Dengan hobi saya berkendara dengan menggunakan sepeda motor ke daerah yang masih jarang dikunjungi dan juga pekerjaan yang mengaharuskan saya untuk traveling antar negara sering kali dihadapi keadaan dimana dekat dengan kematian, benar adanya bahwa saya tidak punya kuasa atas hidup dan mati saya sendiri. Bersyukur kepada Tuhan sampai detik ini saya masih diberi kehidupan.

    ..dan terima kasih untuk renungan ini.

  • benar sekali…. (maz 127: 1)Nyanyian ziarah Salomo. Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota sia-sialah pengawal berjaga-jaga.

  • benar sekali…hidup kita hanya satu detik….
    mazmur 127 : 1 Nyanyian ziarah Salomo. Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga.

Bagikan Komentar Kamu!