Sharing: “Apa Arti Kristus Mati & Bangkit Bagimu?”

Sharingkan pendapatmu via comment box. Sharingkan juga perikop atau ayat apa yang menyentuh hatimu soal kematian dan kebangkitan Kristus.

Bagikan Konten Ini
23 replies
  1. kaka.sheva
    kaka.sheva says:

    Yohanes 14 : 6
    “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku”

    Yesus sudah menebus dosa kita melalui kematian-Nya, melalui kematian-Nya kita beroleh hidup… Dia bangkit di hari ke-3 untuk menunjukkan pada kita bahwa Dia berkuasa atas seluruh alam maut dan sorga… Maka hiduplah untuk kemuliaan nama Yesus Kristus ^^

  2. harry
    harry says:

    hidup dengan Iman,tinggal kan keinginan dunia..setelah yesus Mati di kayu salib..segala galanya suda selesai!. Hidup lah untuk
    Yesus kristus..usah lah lagi mahu dijadikan kuk perhambaan..seperti
    yang dilakukan oleh Moyang kita..Oh tuhan!..ampuni mereka yang tidak mengerti!.

  3. harry
    harry says:

    Kerana begitu besar kasih Allah terhadap dunia,sehingga ia telah
    mengorbankan satu satunya anak Yang tunggal untuk Korban yang suci..
    Iaitu Yesus Kristus..

  4. evylina
    evylina says:

    “sungguh kematian Yesus Kristus Juru Slamat umat manusia, bukanlah sekedar peringatan biasa,..
    Namun inilah Janji Terbesar yang berlaku bagi setiap pribadii,..

  5. Hadi purnomo
    Hadi purnomo says:

    1 kor 15:17 ”dan jika Kristus tidak d bangkitkan,maka sia2 kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu”
    Jd sy bersyukur bgt kpd Tuhan,atas smua hingga saat ini sy msh bs menghirup udara segar,dan sy bsyukur kpd Tuhan karna Dia rela mati untuk menebus dosa kita..trimakasih Bapa atas semua anugrahmu sy akan tetap percaya kepada Engkau,skrng,bsk,dan sampai selamanya

  6. bobby widya ardianto
    bobby widya ardianto says:

    Inilah kemenangan terbesar sepanjang masa! Sang Kebenaran telah menang melawan kuasa maut. Karena Dia mati, itu artinya misi dari Allah Bapa telah dilakukan-Nya dengan sempurna. Dia bangkit, itu membuktikan bahwa karya keselamatan yang dilakukan-Nya adalah sempurna, sehingga akhirnya kita yang mau merespon anugerah itu, pasti akan menerima jaminan keselamatan.

    Salib adalah bukti kasih dan keadilan Allah. 2 natur Allah yang tidak dapat dipisahkan, yaitu kasih dan adil Ia wujudkan dalam diri Tuhan Yesus Kristus..

    “TETELESTAI” (τετελεσται) / “Sudah selesai” di dalam 7 perkataan salib adalah teriakan kemenangan terbesar sepanjang sejarah umat manusia. Ia telah menyelesaikan misi Allah Bapa dengan sempurna, namun efek dari apa yang dilakukan-Nya ini akan berpengaruh kepada manusia di masa mendatang dan sampai kepada kekekalan. Inilah inti dari Karya keselamatan yang telah dilakukan-Nya dengan sempurna!

    SOLI DEO GLORIA! (Segala Kemuliaan Hanya Bagi Tuhan!)

  7. theo
    theo says:

    kita mati bersama Kristus lewat dosa kita yang ditebus dengan darahNya, artinya mulai meninggalkan kehidupan lama. kemudian kita yang telah ditebus bangkit bersama Dia yang berarti kita berani menyangkal diri, memikul salib atau lebih tepat menjalani kehidupan baru yang diubahkan karena hidup kita bukan milik kita lagi. tapi krn Kristus hidup di dalam kita dan kita hidup didalam Kristus

  8. Novie
    Novie says:

    Yoh.10:28-29…dan Aku memberikan hidup yg kekal kpd mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tanganKu…
    Satu ayat yg sangat menguatkan kita bahwa kita adalah milik kepunyaanNYA.
    Melalui kematian dan kebangkitan,ada satu jaminan bahwa tidak ada satu pun yg dapat merebut kita dari tangan Tuhan.

  9. Herodion
    Herodion says:

    Kebangkitan Kristus dari antara orang mati telah benar-benar bangkit dapat dibuktikan tanpa terbantahkan oleh Saksi-Saksi Iman, maka kebangkitanNYA menjadi jaminan kemenangan kita atas : 1.kematian / maut, 2.tekanan beban dosa,3.beban pergumulan hidup baik ekonomi maupun kesehatan, dan 4. terjadinya pemulihan hubungan-hubungan a.antara Manusia dengan Tuhan Allah, Bapa kita di dalam Yesus Kristus, b.hubungan antar sesama ( suami-istri, orang tua-anak, kakak-adik, gembala umat-jemaat, majelis-aktivis,pemilik-pengelola bisnis, majikan-pekerja ),c. hubungan manusia dengan lingkungan alam sekitar pasti mengalami pemulihan. Dan Yesus Kristus telah menyelesaikan semua akar masalah hidup manusia yang disebabkan oleh dosa.

    Mari kita menikmati Paskah = ( hari raya kemenangan/kebangkitan )bagi umat percaya dengan tetap setia menyangkali diri dan rela memikul salib mengikuti jejak Kristus yang telah bangkit dan menggenapi panggilan kita sebagai pelayan Kritus yang telah bangkit sebagaimana harapan Rasul Paulus di dalam I Korintus 4:1-2.

  10. Herodion
    Herodion says:

    Kebangkitan Kristus dari antara orang mati telah dibuktikan tanpa terbantahkan oleh Saksi-Saksi Iman, maka kebangkitanNYA menjadi jaminan kemenangan kita atas : 1.kematian / maut, 2.tekanan beban dosa,3.beban pergumulan hidup baik ekonomi maupun kesehatan, dan 4. terjadinya pemulihan hubungan-hubungan a.antara Manusia dengan Tuhan Allah, Bapa kita di dalam Yesus Kristus, b.hubungan antar sesama ( suami-istri, orang tua-anak, kakak-adik, gembala umat-jemaat, majelis-aktivis,pemilik-pengelola bisnis, majikan-pekerja ),c. hubungan manusia dengan lingkungan alam sekitar pasti mengalami pemulihan. Dan Yesus Kristus telah menyelesaikan semua akar masalah hidup manusia yang disebabkan oleh dosa.

    Mari kita menikmati Paskah = ( hari raya kemenangan/kebangkitan )bagi umat percaya dengan tetap setia menyangkali diri dan rela memikul salib mengikuti jejak Kristus yang telah bangkit dan menggenapi panggilan kita sebagai pelayan Kritus yang telah bangkit sebagaimana harapan Rasul Paulus di dalam I Korintus 4:1-2.

  11. Roy Jenly
    Roy Jenly says:

    Kematian dan Kebangkitan Yesus hendaknya akan semakin mendorong kita untuk sungguh-sungguh mengerti dan memahami betapa agungnya dan mulianya Kasih Allah kepada kita sehingga dengan pengertian dan pemahaman ini akan mendorong kita untuk semakin mengasihi Tuhan kita, Yesus Kristus, dan mau bangkit dan hidup bagi-Nya dalam kasih dan ketaatan kepada-Nya. Yaitu ketaatan total untuk melakukan kehendak-Nya yang mulia.

  12. chelsea
    chelsea says:

    Menurutku, mati bersama kristus melambangkan bahwa kita hrs ‘mematikan’ kehidupan lama kita yg penuh dosa bersama-NYA.
    Kita jg harus bangkit bersama-NYA, berusaha utk mengenakan jubah manusia baru dan menjadikan YESUS sbg Tuan kita (krn sblm mati dan bangkit, kita men’tuan’kan dosa).
    Tp masalahnya, sering kali org2 hanya mau bangkitnya saja, tdk mau mati.
    Pdhl kalau kita tdk ‘mati’, bagaimana kita mau bangkit?

  13. airen
    airen says:

    Galatia 2 : 20
    ” aku hidup , tetapi bukan lagi aku yang sendiri hidup , melainkan Kristus yang hidup di dalam aku .dan hidupku yang ku hidupi sekarang di dalam daging , adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya utk aku ”

    dlu aku pernah ngerasaiin yg namanya kejatuhan dlm hidup aku , tapi aku sekarang uda ngerasa sesuatu yg lain dengan di banding dulu …penyertaan Tuhan itu terasa banget sejak saat itu . dan satu hal lagi , ga ada yg namanya kebetulan 🙂
    semua yang aku alamin selama ini , semua nya uda ada jalannya masing masing , lwat apa yang aku pilih Tuhan ngajarin aku utk jadi lebih baik ….. Tuhan itu selalu menyertai kapan pun , di manapun , dan apa pun yg terjadi . Dia slalu tau yg terbaiik utk kita
    thks . Gbu and JLU .. ^^

  14. ria
    ria says:

    Tuhan tidak akan menyerah untuk mendapatkan mu kembali. seburuk apapun dirimu. sekacau apapun hidupmu. IA takkan meninggalkanmu, sedetik pun.

  15. Wulan_Grace
    Wulan_Grace says:

    Yesus mati supaya aku dan orang yg menerima dan percaya padaNya HIDUP,,
    Haleluya !!!!
    Dia tidak mati untuk selamanya, karena Yesus Kristus menang atas maut dan bangkit pada hari yang ketiga. Itu menandakan bahwa iman dan pengharapanku padaNya tak sia-sia, sebab Dia Allah yang hidup dan menang.
    Aku sangat percaya bahwa masa depanku sungguh ada dan gilang-gemilang di dalam Yesus.
    dan aku sungguh mengucap syukur karena pengorbananNya telah menyelamatkanku dari maut. sebenarnya aku yg seharusnya ada diposisi Tuhan Yesus untuk dihukum mati, tp Dia menggantikan ku. Kini aku yang telah ditebus dengan darah yang sangat mahal telah mati bagi dosa dan hidup untuk kebenaran.
    Hidup d dlm sgl kelimpahan kasih karuniaNya, memberitakan Yesus dan karya kasihNya dengan sukacita dengan kuasa Roh Kudus yang menyertaiku. Amin. Praise The Lord Jesus !

  16. isacchin
    isacchin says:

    Kristus mati karena saking sayangnya Dia atas kita. Dia tidak tega melihat kita hidup di dalam dosa dan hidup semu yang tidak bisa dihentikan, karena itu Dia menggantikan kita untuk mengalami penderitaan itu. Karena pada awalnya, kita mengalami penderitaan itu sejak manusia jatuh ke dalam dosa.

    Kita sama seperti Kristus, mengalami kematian karena dosa. Bedanya hanya 2: kita melakukan dosa itu dan merasakan penderitaannya, sementara Tuhan hanya merasakannya, karena Dia tidak pernah melakukan dosa, serta Tuhan memiliki kuasa untuk bangkit atas dosa-dosa kita. Manusia atau ciptaan-Nya yang mana yang bisa melakukan hal sepadan dengan-Nya kalau bukan dari kuasa-Nya?

    Secara pribadi, kematian dan kebangkitan Kristus adalah jawaban doa dari kita semua. Percaya ga percaya, doa dari hati kita yang terdalam adalah dijauhkan dari segala marabahaya dan dosa, dan sudah digenapi sejak kematian dan kebangkitan Kristus. Aku merasakan itu saat paskah, ketika doaku terjawab saat Jumat Agung, dan mukjizat terwujud saat Paskah. Terlihat bahwa memang doa akan terjawab dan terasa indah pada waktunya.

    Jadi, kematian dan kebangkitan Kristus bagi diri saya *harapnya teman-teman yang lain juga* adalah jawaban dari doa kita yang terdalam. Semoga sharing ini bermakna dan membawa berkat bagi kita semua, Tuhan Memberkati 🙂

  17. wirayuda
    wirayuda says:

    Bukti sebuah kasih yang luar biasa setia dan tak lekang dimakan zaman. Sebuah penggenapan dari janji yang telah terucap ribuan tahun silam dan perlahan-lahan digenapi sampai PARIPURNA dalam diri Kristus semata. Tak ada satupun kasih yang lebih besar dari itu! Haleluya !!

  18. siyani karosekali
    siyani karosekali says:

    ketika mendengar kata kematian, bukan kebahagiaan yang ada melainkan kekawatiran karna takut ditinggalkan oleh orang yang kita kasihi…
    hanya orang2 yang memiliki iman yang paguh yang mampu menyatakan bahwa saya tidak bersedih atas kematiannya karna saya tahu dia sudah bersama dengan bapa, dan kematian merupakan keuntungan bagi kita semua….
    apalagi disaat orang yang kita kasihi, belum menerima kabar sukacita itu…
    bukan persaan yang ada melainkan sakit yang luar biasa…

    tapi Tuhan Yesus menganjarkan lewat kematiannya bahwasanya kita akan mendapatkan sukacita lewat kebangkitannya..dia mengajarkan kita untuk selalu mengasihi tanpa syarat dan tak jemu2 memberitakan injil kepada mereka yang belum mendengarnya..
    agar kematian yang merupakan kepedihan menjadi sikacita lewat kebangkitan..
    waktu kita tidak lama teman2..
    kapan lagi kalo bukan sekarang membawa kabar sukacita itu..
    sebelum semuanya terlambat…
    dan katakan aku mengasihi engkau lewat doa dan hidup yang kuberikan kepada kalian semua…

    semangat dalam pelayannnya..
    JBU alll…

  19. daud yuliawan
    daud yuliawan says:

    Dia mati dan bangkit bagiku?

    itu artinya aku yang tidak berharga ini dijadikanNya sangat berharga bahkan Dia menjadikan kita biji mataNya…

    betapa anugerah yang sangaaaaaaaaat luar biasa…

  20. anton girsang
    anton girsang says:

    DIMERDEKAKAN OLEH SALIB YESUS
    Banyak orang yang hidup radikal mengasihi Tuhan. Dia meninggalkan perkerjaan yang sudah bekerja di kantor, dia meninggalkan hal-hal yang dianggab duniawi, dia hidup radikal bagi Kristus. Kenapa, karena dia berfikir setelah saya mengenal Yesus yang mati buat saya, saya mau mempersembahkan hidupnya supaya Tuhan pakai. Dia mau membalas kebaikan Tuhan Yesus.
    Perkataan Paulus dalam Gal 2:19-20 Sebab aku telah mati oleh hukum Taurat untuk hukum Taurat, supaya aku hidup untuk Allah. Aku telah disalibkan dengan Kristus;
    20. namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.
    .
    Firman Tuhan ini sudah familier bagi kita, kehidupan orang Kristen seringkali dipenuhi oleh pelayanan, PA, kursus alkitab,doa, dsb bahkan kita sering berkata inilah Tuhan pakailah hidupku untuk memuliakan namaMu, pakailah kepintaran saya untuk pelebaran kerajaanMu, Tapi sebenarnya semua itu justru menjadi batu sandungan dalam pengenalan akan Kristus. Karena saya tidak akan pernah sampai kepada pengenalan Kristus itu sendiri. Pengetahuan theologia, Doktrin, tidak bisa membuat kita mengenal Pribadi itu.
    Hidup saya dipakai oleh Tuhan dan kehidupan Tuhan yang ada di dalam saya adalah dua hal yang sangat berbeda jauh, sama dengan langit dan bumi, sama dengan kematian dan kehidupan.
    Karena kita berpikir kalau sudah percaya Yesus, sudah diurapi minyak, kalau kita sudah menerima Roh kudus katanya, maka kita harus mempergunakan hidup kita untuk kemuliaan bagi Allah. Tapi dihadapan Tuhan hidup kita tidak menambah arti apa-apa. Perkataaan theologia yang menyatakan kematian Kristus telah mengampuni kita dari dosa, kita diselamatkan oleh kasih karunia, oleh karena itu saya harus mempersembahkan hidup saya kepada Allah, serahkanlah segala kehidupanmu sebagai persembahan yang harum, lalu kita berlomba-lomba menyerahkan segala kehidupan kita. Apa itu segala kehidupan kita, segala kemampuan kita, potensi kita, tenaga kita, kepintaran kita dan dompet kita.
    Kita punya anggapan ketika mengikut Yesus, usaha lebih baik, saya tidak miskin, tidak susah lagi. Saya tau penderitaan itu akibat Dosa, maka setelah saya menerima Yesus, maka saya tidak akan susah, hidup saya diberkati.
    Pikiran pikran seperti ini sesungguhnya bukan datang dari Roh Kudus, itu datang dari pemahaman agamawi kita.
    Tidak jarang orang mau menyerahkan segala waktunya, tenaganya, kepintarannya, karena dia berfikir Yesus akan memberikan kembali, kalau diberi 10% akan menghasilkan 60kali, 70kali bahkan 100kali lipat. Kalau dia beri waktu, maka Tuhan akan kasih waktunya, seakan akan kita barter sama Tuhan.
    Hal seperti ini seringkali kita dengar dalam khotbah-khotbah, kesaksian-kesaksian, di dalam ibadah dalam persekutuan-persekutuan, dalam doa-doa yang kita ikuti.
    Namun kalau kita melihat Alkitab itu sendiri, Konsep HIDUPKU BAGI ALLAH, bukanlah injil yang diberitakan oleh Yesus dan para Rasul. Injil Kristus itu bukan karunia pengampunan yang diikuti dengan pengembangan diri, pengembangan kehidupan kita, performens kita lebih baik, karakter kita lebih baik. Justru sebaliknya Injil Kristus itu adalah suatu pergantian kehidupan, penghancuran,kematian dari satu kehidupan dari nature manusia yang yang berdosa, nature saya manusia yang agamawi itu digantikan dengan satu kehidupan lain, satu nature lainnya yaitu Nature Kristus. Yoh 3:6 6. Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.
    Ketika saya lahir pertama kedunia ini, saya tidak pernah lahir dari Roh. Semua manusia yang hidup didunia ini adalah lahir dari daging, nature daging itu adalah nature dosa. Nature itu adalah kehidupan kita. Bisa dibayangkan kalau nature kita adalah daging, yang kehidupan penuh dengan dosa itu, kita persembahkan untuk pelayanan kepada Kristus. Kepintaran saya, harta milik saya, kemampuan saya semua itu di dalam satu nature yaitu kehidupan dosa. Apakah itu kehidupan kita dalam agama, apakah itu kehidupan kita dalam perbuatan baik, semua itu naturenya adalah Dosa adanya. Tidak dapat kita persembahkan di hadapan Allah. Justru salib itu menghancurkan kehidupan itu. Justru kehidupan kita harus ditaruh diatas salib itu, itulah yang dikerjakan Yesus. Justru kita harus kehilangan kehidupan kita, bukan sebaliknya kita persembahkan kepada Allah.
    Mark 8 : 34 -37
    34. Lalu Yesus memanggil orang banyak dan murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.
    35. Karena siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya.
    36. Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya.
    37. Karena apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?
    Dari ayat diatas jelas kita bukan memperbesar diri kita, bukan memamerkan dihadapan Tuhan harta yang kita miliki yang Tuhan bisa pakai, ia harus memikul salibnya, ia harus mati, mengambil bagian dalam kematian itu dan mengikut Yesus. Justru bukan membanggakan kehidupannya, bukan membanggakan Titel Sth, Mth dst.
    Karena siapa yang mau menyelamatkan nyawanya/Hidupnya ia kehilangan nyawa/hidupnya, tapi siapa kehilangan hidup/nyawanya karena Yesus/Injil. Kehilangan hidup kita, bukan memamerkan hidup hidup kita supaya Tuhan pakai untuk pelebaran pekerjaan Tuhan. Apa gunanya seorang memiliki seisi dunia ini tetapi kehilangan nyawanya.
    Kematian Kristus itu bukan suatu iven atau peristiwa 2000 tahun yang lalu, naik diatas kayu salib dan mati, kasihan sekali Dia, dicambuk,ditusuk kasihan sekali Dia mati. Tapi puji Tuhan bukan karena Dia mati saya hidup, itu bukan berita injil. Berita Injil Dia mati, maka saya juga mati.
    Kalau ada memberitakan Injil mengatakan bahwa Ia mati saya hidup, itu bukan injil Kristus. Tetapi jelas sekali kematianNya adalah kematian saya dan kehidupanNya menjadi kehidupan saya. Tapi kalau saya tidak mati bersama Dia, maka saya tidak akan memiliki kehidupan. Hanya ini satu-satunya jalan memiliki Kristus harus mati bersama Dia. Yoh 12 :23-26
    23. Tetapi Yesus menjawab mereka, kata-Nya: “Telah tiba saatnya Anak Manusia dimuliakan.
    24. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.
    25. Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal.
    26. Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situpun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa.
    Kita harus mengambil bagian dalam kematianNya. Ada orang beranggapan bahwa darah Yesus telah melepaskan kita dari dosa-dosa kita, tetapi apa yang pahami, bukan hanya melepaskan saya dari Dosa tapi juga melepaskan saya dari diri saya sendiri, atau nature saya sebagai manusia yang berdosa. Hidupku yang kuhidupi sekarang adalah hidup yang baru, bukan hidup saya yang dibangkitkan kembali, tetapi saya mati dan dikuburkan. Yang bangkit itu Kristus dan saya ada di dalam kebangkitanNya. Tanpa pemahaman bahwa salib Kristus telah memutuskan kita dari nature kita, dari kelahiran kita yang pertama yaitu nature Dosa, kehidupan lama, kehidupan daging, kehidupan kita yang berdasarkan agamik itu turunannya dimana kita memiliki nature dosa itu, maka kita akan membuang buang waktu mempersembahkan diri kita untuk Tuhan pakai. Tuhan tidak bisa bersatu dengan nature Dosa, kita tidak bisa mempersembahkan hidup kita. Yesus mempersembahkan diriNya supaya kita bisa hidup di dalamNya.
    Injil perjanjian baru itu bukan meniru hidup Yesus, Yesus puasa kita puasa, Yesus Doa kita doa, tetapi Injil Kristus itu adalah impartasi kehidupan Yesus Kristus. Penggantian kehidupan atau exchange of life, bukan improvement of life. Jadi pekerjaan Yesus di kayu salib, sesungguhnya telah mengampuni dosa, namun juga menyebabkan kita bisa mengambil bagian dalam kodrat illahi. Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji jani yang berharga dan sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat Illahi, dan luput dari hawa nafsu dunia yang membinasakan dunia 2Petrus 1
    4. Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia.
    Galatia 4
    19. Hai anak-anakku, karena kamu aku menderita sakit bersalin lagi, sampai rupa Kristus menjadi nyata di dalam kamu. 2 Kor 4: 10. Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus juga menjadi nyata di dalam tubuh kami.
    11. Sebab kami, yang masih hidup ini, terus-menerus diserahkan kepada maut karena Yesus, supaya juga hidup Yesus menjadi nyata di dalam tubuh kami yang fana ini.
    Sekali lagi bukan mengubah manusia lama kita menjadi lebih baik, bukan mengubah karakter kita menjadi sama seperti Tuhan Yesus. Pergantian manusia lama dengan manusia yang baru, bukan perubahan manusia lama pelan-pelan hari ke sehari menjadi manusia baru, itu bukan penggantian. Dan tidak pernah ada Injil Kristus yang demikian. Tidak pernah ada berita dari para Rasul yang mengatakan kamu harus merubah manusia lama dengan pelan-pelan mati hari demi hari sehingga menjadi manusia baru, itu asing di dalam alkitab. Roma 6
    6. Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa.
    7. Sebab siapa yang telah mati, ia telah bebas dari dosa.
    Firman Tuhan ini berkata:” Telah turut disalibkan bukan diperbaiki”. Jadi kalau kita sudah menjadi ciptaan baru kita adalah manusia baru, kita bukan manusia lama yang sedang diperbaharui kelakuannya supaya menjadi manusia baru. Jadi salib itu sekarang memiliki arti yang lain, bukan hanya pengampunan dosa, berarti juga kematian saya, walaupun kejadiannya 2000 tahun yang lalu. Jika saya menerima kematian Kristus itu sebenarnya saya sudah diberi salib 2000 tahun yang lalu, manusia lama saya, nature dosa saya. Inilah pembentukan yang terjadi dalam diri kita. Pembentukan dimana kita sebagai bejana tanah liat, pembentukannya sama sekali baru. Galatia 4
    19. Hai anak-anakku, karena kamu aku menderita sakit bersalin lagi, sampai rupa Kristus menjadi nyata di dalam kamu.
    Jadi bukan kita berusaha menjadi seperti Kristus, sia sia usaha kita, tetapi kita cukup menerima kematian Kristus supaya rupa Kristus ada di dalam kita, itu sebabnya kita disebut ciptaan baru.
    2 Kor 5:17
    Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.
    Efesus 4:22 – 24
    yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan,
    23. supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu,
    24. dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.
    Jadi keselamatan kita bukan perbaikan manusia lama menjadi manusia baru, bukan daging ini memiliki sifat rohani, ini tidak mungkin terjadi. Kalau itu bisa tentu Yesus tidak perlu mati di kayu salib, Yesus cukup datang dengan ide ide yang baik, bagaimana memperbaiki daging ini, Yesus cukup datang dengan ide-ide bagaimana hidup layak di hadapan Allah dengan penuh hukum taurat itu. Tetapi itu tidak mungkin dikerjakan oleh manusia lama merubah daging ini menjadi manusia rohani. Tetapi perlu pergantian kehidupan, inilah sebabnya Yesus mati, membawa kita bersama-sama kematianNya. 3. Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.( Yoh 6:63)
    18. Sebab aku tahu, bahwa di dalam aku, yaitu di dalam aku sebagai manusia, tidak ada sesuatu yang baik. Sebab kehendak memang ada di dalam aku, tetapi bukan hal berbuat apa yang baik.(Rom 7:18)
    Ayat diatas pernyataan hidup yang memenuhi seluruh Hukum Taurat, memenuhi seluruh kriteria hidup kudus, tetapi ternyata semua justru menjadi batu sandungan. Dalam Roma pasal 5 – 8 , akan jelas pergantian manusia lama menjadi manusia baru.
    Sesungguh pekerjaan Kristus telah selasai di kayu salib, itu memabuat kita mengenal pekerjaanNya. Dan memperhitungkan manusia lama kita telah mati, dan dengan demikian kita mamiliki hidup dalam Kristus. Inilah manusia baru, lahir oleh Roh, berjalan dalam Roh, semua kata kata itu bahwa kita telah mati dan memiliki kehidupan yang baru. Yesus memberika contoh yang baik: Yoha 15:5 Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Hanya dengan tinggal dalam Kristus atau berjalan dalam Roh kita harus mengalami kematian Kristus itu, kita harus dipersatukan dengan hidup Kristus. 1 Kor 6:1717. Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia. Bukan kita berusaha menjadi serupa dengan Dia, kita cukup tinggal dalam Dia menjadi satu Roh. Maka sebenarnya Injil Kristus itu bukan bagaimana daging menghasilkan buah .Yes 64: 6 Demikianlah kami sekalian seperti seorang najis dan segala kesalehan kami seperti kain kotor; kami sekalian menjadi layu seperti daun dan kami lenyap oleh kejahatan kami seperti daun dilenyapkan oleh angin.
    Tidak ada yang bisa kita bawa dihadapan Tuhan. Jadi Yoh 15:4-5 Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.
    5. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.
    Diluar Kristus kita tidak dapat berbuat apa-apa. Pengusaha tidak mencari daun tapi mencari buah, Dia akan membersihkan cabang yang baik, merawatnya supaya pohon itu bisa berbuah. Kita adalah rantingNya, Yesus adalah pohonnya, kita bukan meniru Yesus , tetapi kita dicangkokkan kedalam Kristus, dilibatkan dalam kehidupan pohon anggur itu. Kehidupan itu datang dari pohonnya, bukan dari cabangnya, itu sebabnya kita harus mati, baru bisa dicangkokkan kepada Pohon itu.

  21. Debby
    Debby says:

    Yohanes 3: 16
    Karena begitu besar kasih YESUS akan dunia ini sehingga Ia menyerahkan diriNya supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal.

    Yesus mati BUKAN MENEBUS DOSA tapi MENGHAPUS DOSA. Jika menggunakan kata “menebus” maka kata yang tepat untuk mengikutinya adalah: manusia, menjadi menebus manusia.

    Jika dosa diandaikan sebagai utang, kan tdk cocok kalau disebut menebus utang. Yg cocok adalah menebus barang (barang gadaian). Kalau utangnya ya dihapus.

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *