Mengetahui Kehendak Allah

Rabu, 20 April 2011

Baca: Efesus 5:17-21

. . . sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik dan berkenan kepada Allah dan yang sempurna. —Roma 12:2

Seorang pemuda yang melihat ke masa depan dan merasa tidak pasti tentang apa yang mungkin terjadi di tahun berikutnya, menyimpulkan, “Tak seorang pun tahu apa yang menjadi kehendak Allah.” Apakah pernyataan itu benar? Apakah ketidakpastian tentang masa depan diartikan menjadi tidak memahami kehendak Allah?

Konsep tentang mengetahui kehendak Allah sering dibatasi hanya pada usaha memahami situasi spesifik yang akan kita alami di suatu waktu tertentu di masa mendatang. Walaupun mencari tuntunan khusus dari Allah menjadi bagian dari usaha tersebut, aspek lain yang juga sama pentingnya adalah menaati dari hari ke hari setiap bagian dari kehendak Allah yang jelas-jelas telah disebutkan.

Misalnya, adalah kehendak Allah supaya kita menjadi warga negara yang baik sebagai tantangan terhadap mereka yang menentang Kristus (1 Ptr. 2:15), bersyukur kepada Allah dalam keadaan apa pun (1 Tes. 5:18), hidup kudus secara seksual dan menghindari tindakan percabulan (1 Tes. 4:3), hidup di bawah kuasa Roh Kudus (Ef. 5:18), bernyanyi bagi Tuhan (ay.19), dan saling merendahkan diri (ay.21).

Ketika kita tunduk kepada Allah dalam hal-hal tersebut dan hal-hal lainnya, kita akan hidup dalam kehendak Allah seperti yang tertulis dalam Roma 12:2, “apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” Menjalani hidup masa kini dengan perkenan Allah akan mengarahkan kita kepada bimbingan-Nya bagi masa depan kita.

Ketika kita ingin mengetahui kehendak Allah bagi masa depan, kita juga harus bertindak sesuai dengan apa yang telah kita ketahui sekarang. —JDB

Mengetahui kehendak Allah untuk waktu nanti
Bisa kita miliki, jika sekarang kita taati
Apa yang dinyatakan-Nya dalam Kitab Suci
Perintah-Nya yang harus kita ikuti. —Sper

Kasihilah dan taatilah Tuhan setiap hari, dan Dia akan menyingkapkan masa depan Anda.

Facebooktwitterreddit

5 replies
  1. franklin D.T.
    franklin D.T. says:

    sebenarnya saat kita melakukan banyak hal sesuai dengan apa yang Dia kehendaki,apa yang sudah tertulis dalam firman, kita sedang melakukan kehendakNYA yang jelas,atau tertulis, tapi saat kita menginginkan tuntunan khusus, pasti kita akan dipengaruhi oleh apa yang kita lakukan setiap hari itu,mulai dari nilai2 yang kita dapat, pengajaran yang kita dapat maka otomatis hal ini akan mengarahkan kita pada keyakinan akan kehendak Allah yang khusus pada kita.karena dengan sendirinya keraguan2 akan banyak pilihan akan terseleksi dengan apa yang sudah kita lakukan sehari2nya.

  2. evylina
    evylina says:

    SEtujuuu,.. bila kita dengan hati sungguh untuk meminta tuntunan Tuhan dalam menjalani hidup ini, Dia akan menunjukkannya,.
    Tetaplah setia melakukan perintah2Nya,..

    Karena Sungguh Dia berkenan kepada anakNya yang SETIA melakukan segala perintahNya,.

    Tetap Smangat ya berjalan bersama Tuhan 😉

  3. yuphin
    yuphin says:

    hrs lbh banyak meluangkan waktu membaca Firman Tuhan dan berdiam diri di hadapanNya tuk ‘mendengarkan suaraNya’

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *