Kecantikan Sejati
Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, tetapi istri yang takut akan Tuhan dipuji-puji. —Amsal 31:30
Saya sering menggunakan waktu untuk membaca sekilas halaman depan majalah-majalah yang dipajang di dekat kasir, ketika saya sedang antri untuk membayar di kasir pasar swalayan. Tampaknya, jika bukan tentang seks dan uang, topik yang ditampilkan adalah tentang diet, kebugaran, kesehatan, dan kecantikan fisik. Tidak ada satu pun majalah yang membahas tentang jiwa.
Permasalahannya adalah orang-orang membaca majalah yang salah—majalah yang penuh dusta yang memandang pada kecantikan wajah dan penampilan, seolah-olah itulah yang utama. Hal ini dapat membuat orang suka membandingkan diri dan sangat putus asa.
Beberapa tahun lalu, teman saya menceritakan suatu pembicaraan yang terjadi antara dirinya dengan seorang remaja cantik yang sangat percaya diri dan menyenangkan. “Kau sangat percaya diri,” kata teman saya setelah mengamatinya. “Dapatkah kau ceritakan alasannya?” “Ya,” jawab gadis muda ini. “Karena aku sangat cantik.” “Oh, sayang sekali,” teman saya ini berkata dengan penuh hikmat. “Mengapa?” tanya gadis muda itu dengan keheranan. “Karena kau mungkin tidak akan selalu cantik,” jawab teman saya.
“Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia” adalah hikmat yang kita baca di Amsal 31. Segala kecantikan fisik berlalu dengan cepat; seluruh usaha untuk tetap menjaga kecantikan ini akan sia-sia. Namun, ada kecantikan dari dalam—kecantikan sejati yang akan tetap bertahan selamanya—di dalam diri seseorang yang “takut akan Tuhan” (ay.30). —DHR
Kebenaran di dalam hati membuahkan kecantikan di dalam watak.
..Sangat Memberkati..amen, God Bless..
wow, hikmat yang hebat, food for thought…
nguatin bgd.
kemarin kebaktian ttg ini. skrg baca ttg ini juga… thx yah… nguatin bgt. Gbu!