I. Hukuman Mati di Muka Umum Memastikan Kematian Yesus

Di tengah perayaan Paskah Yahudi, Yesus digiring ke ruang pengadilan Romawi oleh orang banyak yang marah. Ketika Yesus berdiri di hadapan Pilatus, gubernur Yudea, para pemimpin agama mengajukan tuduhan terhadap-Nya bahwa Dia mengakui diri-Nya sebagai Raja orang Yahudi. Khalayak umum menuntut kematian-Nya. Yesus dipukul, didera, dan dijatuhi hukuman mati di muka umum. Di suatu bukit di luar Yerusalem, Dia disalibkan di antara dua orang penjahat. Teman-teman-Nya yang patah hati dan musuh-musuh yang mencemooh menyaksikan sendiri kematian-Nya. Para serdadu Romawi diutus untuk menuntaskan hukuman itu karena hari Sabat hampir tiba. Untuk mempercepat kematian, mereka mematahkan kaki kedua penjahat itu. Namun ketika mereka mendekati Yesus, mereka tidak mematahkan kaki-Nya karena dari pengalaman mereka tahu bahwa Yesus sudah mati. Namun, sebagai tindakan pencegahan akhir, mereka menusukkan tombak ke lambung-Nya. Hal itu dilakukan untuk memastikan bahwa Yesus sungguh-sungguh mati.

BEFORE: PERMULAAN |  NEXT: ALASAN #2

Bagikan Konten Ini
3 replies
  1. Dan
    Dan says:

    Saya akui menuliskan pernyataan yg keras, banyak orang yg membenci saya. Tapi bagaimana lagi itu perintah yg saya terima. Mungkin banyak yg kecewa, mungkin bayangan orang indah, sedangkan yg saya jelaskan keras dan tegas. Perintah Tuhan itu seperti hukuman mati di muka umum, semua orang harus tunduk dengan keinginanNya atau mati di neraka. Tapi ketika pesan keras itu saya sampaikan, banyak yg menolak. Pandangan orang, Tuhan itu baik kepada seluruh manusia apapun yg dilakukannya. Padahal manusia harusnya sadar, dunia punya aturan, langit juga punya aturan. Pendeta berpakaian seperti pengacara di pengadilan, karena pendeta adalah orang yg akan mengajari manusia tentang kebenaran Tuhan, pendeta itu yg tau seluk beluk alkitab/bible kitab yg digunakan hakim untuk mengetahui benar atau tidaknya iman seseorang. Hakim itu adalah Tuhan Yesus, turun ke bumi melihat langsung manusia, hakim itu tidak mau asal menghakimi, tapi hakim itu memberitau kebenaran iman. Tuhan sebagai hakim tidak mau menjatuhkan hukuman mati, Tuhan ingin manusia bertobat dari dosanya. Jaksa yg menuntut manusia adalah doktrin Tuhan yg tertulis di Alkitab perjanjian baru bagi orang non israel. Doktrin ini yg harus dilakukan manusia selama di dunia. Saya tuliskan ini karena sesuai dengan judul artikel di atas. Saya hanya menjalankan perintah, saya harus sampaikan kebenaran ini. Semoga orang yg beriman semakin banyak di dunia ini. Amin

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *