Belajar Cari Makan Sendiri

Jumat, 1 April 2011

Baca: Ibrani 5:12–6:2

Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar. —Ibrani 5:12

Anak-anak elang itu sedang kelaparan, tetapi tampaknya induk elang betina dan elang jantan terus mengabaikan mereka. Yang paling tua dari tiga anak elang itu pun memutuskan untuk mengatasi rasa laparnya dengan mengunyah sepotong ranting. Karena memang tidak enak, anak elang itu segera membuangnya.

Ada yang mengusik saya pada adegan yang ditayangkan melalui kamera web dari Kebun Raya Norfolk ini. Seekor ikan besar tergeletak persis di belakang anak-anak elang itu. Hanya saja, mereka belum belajar mencari makan sendiri. Mereka masih bergantung pada induknya untuk mencabik makanan menjadi potongan-potongan kecil dan menyuapkannya ke mulut mereka. Namun, dalam beberapa minggu mendatang, kedua induk elang akan mengajari anak-anaknya cara mencari makan sendiri—salah satu pelajaran pertama mereka untuk bertahan hidup. Jika anak-anak elang ini tidak mempelajari keahlian mencari makan sendiri, mereka tidak akan dapat bertahan hidup.

Penulis kitab Ibrani membicarakan tentang masalah yang serupa dalam kehidupan rohani. Ada sejumlah anggota jemaat di gereja itu yang belum bertumbuh dewasa secara rohani. Mereka belum belajar membedakan yang baik daripada yang jahat (Ibr. 5:14). Seperti anak elang, mereka belum belajar membedakan antara sepotong ranting dengan seekor ikan. Mereka masih perlu diberi makan oleh orang lain ketika mereka seharusnya sudah dapat makan sendiri dan juga memberi makan orang lain (ay.12).

Memang baik menerima makanan rohani dari para pengkhotbah dan guru Alkitab, tetapi pertumbuhan dan ketahanan rohani kita juga tergantung pada kemampuan kita menyantap santapan rohani kita sendiri. —JAL

Tuhan, Engkau telah memberi kami Roh-Mu,
‘Tuk menolong kami bertumbuh, bertambah dewasa, dan belajar,
‘Tuk mengajar kami dari firman-Mu yang tertulis
Agar bisa membedakan yang salah dan yang benar. —Sper

Pertumbuhan rohani membutuhkan firman Allah sebagai makanan padat.

Bagikan Konten Ini
4 replies
  1. Daud
    Daud says:

    Kita harus bersandar pada kemampuan diri sendiri,sudah bukan waktunya lg ‘Induk’ membuat keajaiban,sekarang kitalah yg membuat keajaiban,karena sejatinya kita tdk butuh cmpur tangan ‘induk’.

  2. franklin D.T.
    franklin D.T. says:

    rasanya ini pas banget buat para gembala2 dikampus, untuk rindu mengisi diri dengan firman dan pembinaan2 yanglain,agar terwujud kedewasaan yang penuh didalam diri sang gembala yang akan menggembalakan domba2.
    Tuhan memberkati.

  3. tina
    tina says:

    yupz….bner kt franklin…memang g menjamin sebanyak apapun kita diisi firTu (tepatnya bnyk makan dr pembinaan dkmpus slama ini),,tp klo hati kita g mau menerima dan g mau diubahkan….y jgn harap akan ad aplikasi yg dikerjakan dr semua firTu yg didapet…hmmm,,,,sayang banget…..

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *