Bicara Lembut, Bicara Lambat

Selasa, 29 Maret 2011

Baca: Hakim-Hakim 7:24–8:3

Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman. —Amsal 15:1

John Wayne, seorang aktor dan bintang film terkenal Amerika, pernah berkata, “Bicara lembut, bicara lambat, dan jangan bicara terlalu banyak.” Nasihat Wayne ini sulit saya ikuti karena saya cenderung berbicara cepat dan saya tidak selalu berbicara dengan tenang ataupun membatasi perkataan saya. Meskipun demikian, pendapat tentang mengendalikan perkataan ini dapat bermanfaat ketika kita berhadapan dengan amarah. Alkitab mengatakan bahwa kita haruslah “lambat untuk berkata-kata” (Yak. 1:19), dan bahwa “jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman” (Ams. 15:1).

Gideon memberikan jawaban yang lembut sewaktu berdebat dengan sejumlah orang Israel lainnya (Hak. 8). Segera setelah bala tentaranya mengalahkan bangsa Midian, sekelompok orang sebangsanya mengecam Gideon dengan tajam (ay.1). Mereka marah karena tidak dilibatkan dalam peperangan. Namun, Gideon tidak membalas mereka dengan tanggapan yang kasar. Sebaliknya, ia mengingatkan bahwa mereka telah menangkap dan menumpas kedua raja Midian. Ia juga memberikan penghargaan kepada orang-orang itu dengan berkata, “Apa yang telah dapat kucapai, jika dibandingkan dengan kamu?” Akhirnya, “redalah marah mereka terhadap dia” (ay.3).

Dengan pertolongan Tuhan, kita dapat memadamkan situasi-situasi yang memanas dengan cara mengendalikan perkataan kita. Menanggapi orang yang marah dengan hati-hati dan perkataan yang lembut dapat menghasilkan kesatuan, bagi kemuliaan Allah. —JBS

Tuhan, jagalah bibirku,
Kendalikanlah lidahku hari ini,
Tolonglah aku untuk menilai tiap pikiran
Dan menjaga tiap kata yang kuucapkan. —Hess

Gigitlah lidahmu sebelum lidahmu menggigit orang lain.

Bagikan Konten Ini
5 replies
  1. franklin D.T.
    franklin D.T. says:

    komitmen hari ini adalah ingin berusaha agar tiap perkataanku bisa menguatkan dan membangun pengurus-pengurus yang lain.
    Tuhanlah yang dimuliakan

  2. evylina
    evylina says:

    “Bukan hal mudah untuk mengubah kebiasaan burukku yang tidak sabar dan kasar dalam berucap”
    Dan aku TAK MAMPU melakukannya sendirian..

    Tapi aku Percaya, bersamaMu Bapa aku bisa..
    Bantulah kami untuk tetap setia di dalamMu Bapa

    Bantulah kami untuk berbicara benar setiap saat

  3. Setiawan
    Setiawan says:

    gigit lidah kita Oke ! Tapi lidah gigit org lain ??? yang gigit itukan gigi atau mulut. Tapi yg PENTING thank God untuk sharing firman Tuhannya. Karena baru saya alami dua hari lalu, sebenarnya ingin menyatakan kebenaran, tapi ternyata berujung pada sakit hati org lain. Tujuan untuk memperbaiki kesalahan tapi malah menimbulkan kesalahpahaman.

    Doa: Tuhan ajar kami memakai lidah ini dengan tepat, baik waktu maupun kata-2 agar kebenaran tidak menjadi kesalahpahaman dan memperkeruh masalah yg telah ada. Berilah kami hikmat untuk itu. Amin !

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *