Air Mata Ketakutan

Sabtu, 5 Maret 2011

Baca: Wahyu 5:1-12

Maka menangislah aku dengan amat sedihnya, karena tidak ada seorangpun yang dianggap layak untuk membuka gulungan kitab itu ataupun melihat sebelah dalamnya. —Wahyu 5:4

Yohanes, rasul yang agung dan salah satu murid yang dikasihi Yesus, menangis dengan amat sedihnya.

Dalam penglihatan yang diterimanya saat di penjara (Why. 5:1-12), Yohanes mendapati dirinya berada di dalam ruang takhta Allah ketika peristiwa-peristiwa masa depan disingkapkan. Di surga, Yohanes melihat Allah memegang gulungan kitab. Ia menangis karena ketika ia menyaksikan segala kemuliaan kehadiran Allah, ia melihat bahwa tidak ada seorang pun yang dapat membuka gulungan kitab itu—tidak ada yang memiliki kuasa untuk menyingkapkan wahyu terakhir Allah dan menyelesaikan babak penutup dari drama sejarah.

Sebagai rasul, Yohanes telah menyaksikan kuasa dosa di dunia. Ia telah menyaksikan kehidupan dan kematian Yesus di bumi untuk menaklukkan dosa. Ia telah melihat-Nya naik ke surga. Namun, sekarang ia merasa takut ketika melihat tidak ada yang dianggap layak untuk membuka gulungan kitab itu dan memusnahkan dosa selamanya (ay.4).

Bayangkan drama yang selanjutnya terjadi. Seorang tua-tua mendekati Yohanes dan berkata, “Jangan engkau menangis!” dan menunjukkan kepadanya Seseorang yang dikenalnya: “Sesungguhnya, singa dari suku Yehuda” (ay.5). Yohanes menoleh dan ia melihat Yesus—satu-satunya Pribadi yang memiliki kuasa untuk mengambil gulungan kitab itu, membuka meterai-meterainya, dan menyelesaikan kisah itu. Segera air mata Yohanes mengering, dan jutaan malaikat berseru, “Anak Domba itu layak menerima kuasa!” (ay.12)

Apakah Anda sedang menangis? Pandanglah Yesus, sahabat Yohanes. Dia saja yang layak. Serahkanlah segala perkara kepada-Nya. —JDB

Tuhan kita layak berkuasa atas seluruh hidup kita,
Layak menerima kasih dan pujian kita yang tertinggi;
Dia mati ‘tuk menebus dosa dan aib kita—
Oh, terpujilah nama kudus sang Juruselamat! —Egner

Anak Domba yang mati untuk menyelamatkan kita
adalah Sang Gembala yang hidup untuk memimpin kita.

Bagikan Konten Ini
2 replies

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *