Menyebutnya Baik?

Info

Jumat, 14 Januari 2011

Baca: Mazmur 13

Tetapi aku, kepada kasih setia-Mu aku percaya. —Mazmur 13:6

Dapatkah kita benar-benar dapat menyebut situasi-situasi hidup yang kita alami itu sebagai sesuatu yang baik atau yang buruk?

Sebagai contoh, mobil Anda rusak tepat sesaat sebelum Anda melakukan perjalanan liburan keluarga. Namun, ketika Anda membawa mobil itu ke bengkel, mekaniknya mengatakan, “Untung Anda tak mengendarai mobil ini. Mobilnya bisa terbakar.” Apakah ini peristiwa buruk karena keluarga Anda merasa tidak nyaman, ataukah  peristiwa baik karena adanya perlindungan Allah?

Mungkin putri Anda memutuskan untuk mengejar minat yang sama sekali tidak menarik bagi Anda. Anda menginginkannya untuk bermain basket dan berlomba atletik di SMA-nya. Namun, ia ingin bernyanyi dan bermain oboe. Anda merasa frustrasi, tetapi putri Anda sangat berbakat di bidang itu dan akhirnya mendapat beasiswa musik. Apakah itu buruk karena mimpi Anda tidak menjadi kenyataan, ataukah baik karena Allah mengarahkan putri Anda ke jalan hidup yang tidak pernah Anda duga?

Terkadang sulit untuk menyaksikan bagaimana Allah bekerja. Segala rahasia-Nya tidak selalu disingkapkan kepada kita, dan perjalanan kita seringkali dialihkan oleh belokan demi belokan yang tidak kita kendalikan. Mungkin Allah sedang menunjukkan pada kita rute jalan yang lebih baik.

Untuk memastikan kita memperoleh manfaat dari apa yang kelihatannya buruk, kita harus mengakui dan mempercayai “kasih setia” Allah (Mzm. 13:6). Pada akhirnya, kita akan dapat berkata, “Aku mau menyanyi untuk Tuhan, karena Ia telah berbuat baik kepadaku” (ay.6b). —JDB

Kejadian-kejadian dalam kehidupan kita
Tampak beragam dan tidak tertata;
Namun, kelak kita akan menyaksikan
Keteraturan karya tangan Allah. —Sper

Kita mungkin tak bisa mengendalikan segala peristiwa,
tetapi kita bisa mengendalikan sikap kita terhadapnya.

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

3 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!