Kota Gempa

Jumat, 28 Januari 2011

Baca: Kisah Para Rasul 16:23-34

Akan tetapi terjadilah gempa bumi yang hebat, sehingga sendi-sendi penjara itu goyah. —Kisah Para Rasul 16:26

Dalam bukunya A Crack in the Edge of the World (Retakan di Ujung Dunia), Simon Winchester menuliskan tentang sebuah kota kecil yang rawan gempa di Parkfield, California. Untuk menarik minat para wisatawan, di papan penanda hotel tertulis: “Tidur di Sini Ketika Gempa Terjadi”. Sebuah menu bistik porsi besar di restoran setempat disebut “Goncangan Terbesar” dan makanan penutupnya disebut “Gempa Susulan”. Namun, terlepas dari semua humor tersebut, gempa bumi yang sesungguhnya dapat menjadi pengalaman yang menakutkan. Saya mengetahuinya. Saya sering mengalami gempa karena tinggal di California.

Di kitab Kisah Para Rasul, kita membaca bagaimana Allah menggunakan gempa untuk membuka hati seseorang terhadap Injil. Akibat menerima tuduhan palsu, Paulus dan Silas mendapati diri mereka terpenjara di Filipi. Sekitar tengah malam, suatu gempa bumi menggoyahkan sendi-sendi penjara, membuka pintu-pintunya, dan mematahkan belenggu para tahanan. Ketika sipir penjara mengetahui bahwa Paulus dan Silas tidak berusaha melarikan diri, ia bertanya, “Tuan-tuan, apakah yang harus aku perbuat, supaya aku selamat?” (16:30)? Paulus menjawab, “Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu” (ay.31). Malam itu, sipir penjara dan keluarganya menjadi percaya dan dibaptis. Dan itu semua berawal dari suatu gempa bumi.

Terkadang kekecewaan hidup membuat orang menjadi lebih terbuka kepada Injil. Apakah Anda mengenal seseorang yang sedang mengalami krisis? Jalinlah hubungan dengan mereka dan doakan, dan bersiaplah menceritakan kesaksian Anda dengan penuh kepekaan. —HDF

Tuhan, pakailah kami sebagai alat-Mu
Dalam kebenaran, kasih, dan perhatian,
Dan kiranya kami memberikan penguatan
Ketika kami ceritakan kabar baik tentang-Mu. Sper

Banyak orang menjadi beriman karena mengalami masalah.

Bagikan Konten Ini
1 reply

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *