Jungkir Balik

Kamis, 27 Januari 2011

Baca: Matius 5:38-48

Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. —Matius 5:43-44

Jika Anda bertanya kepada saya tentang siapakah saya, saya akan mengatakan kepada Anda bahwa saya adalah pengikut Yesus. Namun, saya harus mengakui, ada kalanya mengikut Dia adalah sungguh suatu tantangan. Dia memerintahkan saya untuk melakukan hal-hal seperti bersukacita ketika dianiaya (Mat. 5:11-12); memberikan pipi satu lagi ketika ditampar (ay.38-39); memberikan kepada seseorang yang menginginkan sesuatu dari saya (ay.40-42); mengasihi musuh-musuh saya, memberkati mereka yang mengutuk, dan berbuat baik kepada orang yang membenci saya (ay.43-44). Gaya hidup semacam ini terlihat sangat jungkir balik bagi saya.

Namun, saya menyadari bahwa bukan Yesus, tetapi sayalah yang jungkir balik. Kita semua dilahirkan dalam kondisi terjatuh dan rusak karena dosa. Karena dibengkokkan oleh dosa, naluri pertama kita seringkali salah dan akibatnya, kekacauan besar pun terjadi.

Kita seperti roti panggang yang telah diolesi selai dan jatuh terbalik di atas lantai dapur. Jika bergantung pada diri sendiri, kita dapat menciptakan kekacauan besar dalam segala hal. Lalu, Yesus datang, seperti serok ilahi, yang memungut kita dari lantai dosa dan mengembalikan kita ke arah yang benar. Ketika kita mengikuti cara-Nya yang benar, kita menyadari bahwa memberikan pipi lainnya dapat menjauhkan kita dari perkelahian, bahwa lebih diberkati ketika memberi daripada menerima, dan menyangkali diri sendiri adalah jalan hidup yang sejati.

Lagipula, rancangan-Nya bukanlah rancangan kita (Yes. 55:8), dan saya telah menyadari bahwa jalan-jalan-Nya selalu yang terbaik! —JMS

Ketika kita diubah dan dijadikan baru
Kita melihat segala sesuatu dengan berbeda;
Yang dulu kita anggap benar, sekarang terlihat menjijikkan,
Dan yang salah dapat kita lihat dengan jelas. Sper

Apa yang terlihat jungkir balik bagi kita, di mata Allah itu terlihat benar.

Bagikan Konten Ini
5 replies
  1. meka
    meka says:

    Yup.. kaya Quote yang saya suka: ‘Pembalasan itu haknya Tuhan’.. *tp bkn berarti ngarep Tuhan bales prbuatan musuh kita lho.. melainkan bkin mindset klo kita ga usah bales dia*

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *