Pesta Perpisahan Ernie

Sabtu, 27 November 2010

Baca: 2 Korintus 5:6-8; Filipi 1:21-23

Sesungguhnya, waktu ini adalah waktu perkenanan itu; sesungguhnya, hari ini adalah hari penyelamatan itu. —2 Korintus 6:2

Pada tanggal 30 September 2009, seorang kolumnis, Mitch Albom, duduk di panggung Fox Theatre di Detroit, Michigan,  untuk mewawancarai Ernie Harwell, salah satu tokoh paling favorit di dunia olahraga Amerika. Ernie telah berkarier selama lebih dari 50 tahun sebagai penyiar radio bagi siaran langsung dari pertandingan-pertandingan olahraga, kebanyakan pada saat tim bisbol Detroit Tigers berlaga. Kebaikan hati Ernie, kerendahan hatinya, dan keramahannya sebagai penyiar meninggalkan kesan yang tidak terlupakan bagi siapa pun yang pernah berjumpa dengannya.

Ketika Albom mewawancarainya, Ernie telah berusia 91 tahun dan baru saja tahu bahwa dirinya mengidap kanker yang mematikan. Namun, ketika Ernie melayani wawancara tersebut, ia tidak ingin membuat orang-orang mengasihaninya. Sebaliknya, ia bercerita mengenai satu malam di tahun 1961, ketika ia menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat. Dan, pada salah satu kesempatan terakhir bagi sang penyiar terkemuka ini dapat berbicara di depan umum, ia memberi kata-kata penutup, “Aku tak tahu berapa sisa hari yang kumiliki. . . tetapi, aku bisa tahu pasti. . . tangan-Nya terbuka menyambutku, dan betapa indahnya surga, tempat yang akan kutuju.”

Ernie sedang mengharapkan sesuatu yang istimewa! Ia tahu bahwa Allah telah menyiapkan rumah yang kekal dan indah baginya (Yoh. 14:2-3, Flp. 1:21-23), sehingga ia merasa tenang dalam menghadapi kematian dan memuji Allah. Apakah itu juga keyakinan Anda? Tahukah Anda bahwa tangan-Nya sedang menanti untuk menyambut Anda pulang? Pada akhirnya, itulah hal yang terpenting. —JDB

Tuhan, ketika aku menghembuskan napas terakhirku
Dan bertemu dengan-Mu dalam kematian,
Maka hatiku akan selamanya menaikkan
Puji-pujian surgawi bagi Raja-ku.
—Raniville

Bagi orang Kristen, kematian berarti masuk surga,
menikmati kebahagiaan dan menjumpai Allah.

Facebooktwitterreddit

1 reply

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *