Kehadiran Allah Di Gereja

Minggu, 7 November 2010

Baca: Kolose 1:9-14

Sehingga hidupmu layak di hadapan-Nya serta berkenan kepada-Nya dalam segala hal. —Kolose 1:10

Saya senang membaca slogan-slogan gereja, yaitu tulisan-tulisan besar yang dapat Anda lihat tertera di pintu depan gereja. Belum lama ini, saya memperhatikan sebuah slogan gereja bertuliskan, “Datang dan rasakan kehadiran Allah.” Slogan gereja ini menarik perhatian saya, terutama karena tulisan itu mengandung janji yang penting, tetapi kadang sulit untuk diwujudkan. Sulit, karena jika kita tidak berhati-hati, gereja kita mungkin lebih menonjolkan kehadiran jemaatnya daripada kehadiran Allah.

Jadi apa yang harus dilakukan gereja supaya dapat menyatakan kehadiran Allah? Setiap jemaat gereja harus menjalani hidup seperti Dia! Ini berarti memperlihatkan sikap yang ramah, menerima dengan penuh kasih semua orang dari beragam latar belakang, sigap untuk melayani, menunjukkan kasih antara satu sama lain tanpa memandang warna kulit atau status sosial supaya orang lain merasa nyaman, dan memupuk toleransi yang penuh kesabaran terhadap kekurangan satu sama lain. Semuanya ini merupakan langkah awal yang baik. Paulus mengatakan bahwa kita seharusnya hidup ”layak di hadapan-Nya” (Kol. 1:10). Paulus juga berkata bahwa layak di sini artinya kita akan bersikap rendah hati, lemah lembut, menolong satu dengan yang lainnya dalam kasih, dan rindu memelihara kesatuan Roh dalam ikatan damai sejahtera (Ef. 4:2-3).

Marilah hidup sedemikian rupa sehingga orang lain dapat merasakan kehadiran Allah dalam hidup kita—di mana pun kita berada, tetapi terutama di gereja. —JMS

Dunia dapat sekilas melihat Allah
Ketika mereka yang menyatakan diri
Sebagai para pengikut Yesus Kristus
Hidup dalam segala kebenaran.
—Sper

Mereka yang berjalan bersama Kristus menyatakan kehadiran Allah
kepada tiap orang di sekeliling mereka.

Facebooktwitterreddit