Dasar Pemuridan

Info

Jumat, 1 Oktober 2010

Baca: Markus 3:13-19

Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil. —Markus 3:14

Karena saya bukan tipe orang yang dapat “memperbaiki”, saya harus menelepon seorang teman yang serba bisa untuk melakukan beberapa perbaikan di rumah saya akhir-akhir ini. Ia pun datang, dan saya memberikan daftar saya padanya. Namun, yang mengejutkan, ia mengatakan bahwa saya sendiri yang akan mengerjakan perbaikan itu! Ia memberikan contoh pada saya tentang bagaimana mengerjakannya, memberikan instruksi di sepanjang pengerjaan, dan menemani saya. Saya mengikuti petunjuknya dan berhasil melakukan perbaikan-perbaikan itu. Pemberian teladan tersebut hampir sama dengan apa yang dilakukan Yesus, ketika Dia memilih murid-murid pertama-Nya.

Ketika Yesus memanggil orang-orang itu untuk mengikut-Nya, Dia menginginkan mereka agar selalu bersama-Nya dan mengajarkan kabar baik dari kerajaan Allah (Mrk. 1:14,39; 6:12). Tugas pertama perlu pengawasan langsung dari Yesus, yaitu mempelajari firman-Nya dan cara-Nya menafsirkan Kitab Suci, serta memperhatikan perilaku-Nya. Tugas kedua, Yesus mengutus mereka memberitakan Injil (Mrk. 3:14-15), yaitu memberitakan apa yang dikatakan-Nya dan melakukan apa yang diperbuat-Nya. Selama mereka mengerjakan tugas-tugas ini, mereka terus sepenuhnya bergantung pada Yesus.

Kini, Yesus masih memanggil pengikut-pengikut-Nya untuk mengikuti proses pemuridan yang sederhana, tetapi penuh kuasa ini. Pemuridan yang dijalani dengan senantiasa bersama-Nya, menjalankan perintah-Nya, dan hidup sesuai teladan yang diberikan-Nya. Apakah Anda salah seorang yang bergantung pada-Nya ketika Anda mengikut-Nya sekarang ini? —MLW

Oh, ku ingin seperti-Mu! Oh, ku ingin seperti-Mu,
Penebus yang mulia, menjadi murni seperti-Mu!
Datanglah dalam kelembutan-Mu, datanglah kepenuhan-Mu;
Tanamkan citra diri-Mu di dalam lubuk hatiku.
—Chisholm

Pemuridan adalah relasi dan pengalaman.

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

7 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!