Waktunya Bertumbuh

Info

Jumat, 20 Agustus 2010

Baca: 1 Korintus 3:1-17

Dan aku, saudara-saudara, pada waktu itu tidak dapat berbicara dengan kamu seperti dengan manusia rohani, tetapi hanya dengan manusia duniawi, yang belum dewasa dalam Kristus. —1 Korintus 3:1

Ketika sedang melihat-lihat beberapa kartu ucapan selamat ulang tahun di toko hadiah, saya menemukan selembar kartu yang membuat saya tertawa. Pesan di dalamnya berbunyi: “Anda hanya bisa menjadi muda satu kali, tetapi Anda bisa selamanya tidak tumbuh dewasa.” Kartu itu menggelitik saya.  Ada sesuatu yang menarik saat membayangkan kita tidak perlu tumbuh dewasa, seperti yang dapat kita baca dalam kisah Peter Pan.

Namun, kita tahu bahwa tidak tumbuh dewasa adalah salah, dan juga tidak dapat ditoleransi. Bagi orang Kristen, adalah penting bahwa kita bertumbuh. Setelah dilahirkan kembali dan menjadi murid Kristus, kita tidak diharapkan untuk terus menjadi bayi rohani. Alkitab menantang kita untuk bertumbuh dan semakin serupa dengan-Nya.

Dalam tulisannya untuk gereja di Korintus—gereja dengan banyak masalah—Paulus mengatakan bahwa permasalahan yang mereka hadapi berakar dari kurangnya pertumbuhan rohani mereka. Dalam 1 Korintus 3:1, ia berkata “Dan aku, saudara-saudara, pada waktu itu tidak dapat berbicara dengan kamu seperti dengan manusia rohani, tetapi hanya dengan manusia duniawi, yang belum dewasa dalam Kristus.”

Bagaimana kita dapat bertumbuh dari masa-masa menjadi bayi rohani?  Petrus menekankan, “Bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus” (2 Ptr. 3:18). Kita melakukannya dengan merenungkan firman Allah dan mengabdikan diri kita untuk berdoa (Mzm. 119:97-104; Kis. 1:14).  Seperti gereja yang bermasalah di Korintus, mungkin inilah waktunya bagi kita untuk bertumbuh menjadi dewasa. —WEC

Makin serupa, Yesus, Tuhanku,
Ini selalu cita-citaku
Makin bertambah di dalam kasihku,
Makin bersungguh menyangkal diriku. —Gabriel
(Buku Lagu PERKANTAS, No. 195)

Pertumbuhan rohani terjadi ketika iman diolah.

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

4 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!