Virus Dosa

Info

Selasa, 3 Agustus 2010

Baca: Roma 6:14-23

Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran. —Roma 6:18

Wabah H1N1 membuat dunia memfokuskan perhatiannya pada virus, makhluk hidup yang membutuhkan induk semang untuk hidup dan bersifat sangat merusak. Dalam beberapa kasus, sebuah virus dapat tinggal bertahun-tahun sebelum si induk semang menyadarinya. Selama itu, virus ini dapat mengakibatkan kerusakan yang menyebar dan tak terhingga. Jika dilepaskan dari induk semangnya, virus tersebut menjadi berhenti bekerja atau mati.

Dengan cara yang sama, dosa membutuhkan induk semang untuk berkembang. Jika dilepaskan, dosa seperti kesombongan, keserakahan, kemarahan, dan keegoisan tidaklah berdampak apa-apa. Namun, bila dosa menguasai manusia sebagai induk semangnya, ia akan terus bekerja untuk menghancurkannya selama sang induk itu masih hidup.

Syukurlah, karena pengorbanan Yesus yang mati di kayu salib, orang Kristen “dimerdekakan dari dosa” (Rm. 6:18). Meskipun kita masih berbuat dosa, Roh Kudus yang tinggal dalam kita menolong kita melawan “virus dosa”, keinginan daging (Gal. 5:16). Rasul Yohanes mengatakan pada kita: “Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah.” (1 Yoh. 3:9). Sekarang kita berjalan dalam kebergantungan pada Roh Kudus, dan suatu hari nanti kita akan berdiri dengan “tak bernoda dan penuh kegembiraan di hadapan kemuliaan-Nya” (Yud. 1:24).

Bukankah ini merupakan penghiburan luar biasa kala Anda hidup di tengah-tengah dunia yang terinfeksi “virus” dosa? —CPH

Sang Tabib Agung memiliki obat
Yang membunuh virus dosa kita;
Oleh penebusan melalui darah-Nya
Kita dipulihkan dan dimurnikan dari dalam. —D. De Haan

Dosa itu penyakit, Kristus adalah penyembuhnya.

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

3 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!