Merdeka!

Info

Oleh Stephanie Tanata

Setiap mendengar kata Merdeka, yang terbayang pertama kali dalam benak saya adalah hari kemerdekaan Indonesia yang tiap tahun dirayakan. Cerita tentang perjuangan mencapai kemerdekaan, mulai dari penculikan di Rengasdengklok sampai pembacaan teks proklamasi oleh Soekarno-Hatta, sudah tidak asing lagi bagi telinga kita. Perayaan hari kemerdekaan ini biasanya identik dengan upacara, banyak lomba, dan pawai. Tujuan dari semua itu adalah untuk menghormati jasa-jasa para pahlawan yang telah berjuang sampai titik darah penghabisan demi memperoleh dan mempertahankan kemerdekaan. Kata merdeka biasa diucapkan dengan lantang dan penuh semangat yang berkobar-kobar. Ketika guru saya memekikkan kata merdeka dalam suatu upacara 17 Agustus, daya kata itu serasa menjalar sampai ke tulang-tulang dan membuat semangat saya ikut meluap-luap juga. Merdeka berarti saya, Anda, dan bangsa ini terlepas dari segala ikatan penjajahan dan dapat berjalan mandiri.

Sayangnya, seiring berjalannya waktu, sepertinya makna kemerdekaan bangsa kita juga telah perlahan-lahan terkikis. Peringatan kemerdekaan hanya menjadi sekadar formalitas dan hanya terasa pada saat peringatannya saja. Bahkan ada yang mengikuti upacara peringatan ini karena diharuskan untuk datang, bukan karena ingin mengingat kembali makna peringatan kemerdekaan.

Arti lain dari kata merdeka adalah bebas, tidak terikat, dan independen. Senang sekali merasakan kemerdekaan yang kita miliki ini karena sifatnya kompleks: merdeka dari penjajah bangsa; merdeka untuk berpatisipasi, memilih, atau menciptakan sesuatu; merdeka untuk mencapai cita-cita sesuai yang diharapkan, dan merdeka dari dosa tentunya.

Merdeka dari dosa. Ya, saya sendiri sering mendengar kalimat ini tiap tahun saat Paskah tiba. Entah dalam khotbah, drama, ataupun cerita Paskah. Kisahnya klasik dan sudah didengar berulang kali, bahwa Yesus mengorbankan nyawa-Nya untuk menebus dosa kita. Namun, terkadang karena terlalu sering kita dengar, sama seperti cerita tentang perjuangan bangsa ini, kita pun tak bisa lagi merasakan makna sesungguhnya dari pengorbanan Yesus.

Kemerdekaan kita sering disalahgunakan. Misalnya kita berkali-kali melakukan dosa yang sama, walaupun tahu itu salah. Kita melakukannya dengan berpikir bahwa selalu ada pengampunan, ketika kita tersadar dan mengakui kesalahan kita. Tanpa kita sadari, akhirnya kita pun terjerumus lagi dalam dosa yang sama. Padahal, kita sendiri tidak tahu sampai kapan pengampunan itu tersedia. Bagi seorang narapidana yang baru bebas dari penjara, hakim dan para polisi tentu mengharapkannya tidak akan mengulang kesalahan yang sama. Ia diharapkan bertobat, memulai hidup yang lebih baik, dan tidak masuk penjara lagi. Begitu juga harapan Yesus kepada kita.

Menjadi merdeka itu memang penting, namun yang terpenting adalah merdeka di dalam Kristus. Kemerdekaan itu harus dimaknai sebagai proses mengelola diri kita dan usaha menjaga supaya makna kemerdekaan tetap sama seperti saat pertama kali kita mengalaminya. Darah Tuhan Yesus telah menjadi bukti dari kemerdekaan yang kita miliki sampai sekarang ini. Coba kita pikirkan apa saja yang telah kita lakukan sepadan dengan pengorbanan darah Yesus?

“Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka.
Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih.”
(Galatia 5:13)

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Artikel, Fitur, Kemerdekaan Sejati, Pena Kamu

2 Komentar Kamu

  • QUOTE—-Kemerdekaan itu harus dimaknai sebagai proses mengelola diri kita dan usaha menjaga supaya makna kemerdekaan tetap sama seperti saat pertama kali kita mengalaminya—UNQUOTE—–
    pepatah mengatakan klo lebih mudah memperoleh daripada memelihara apa yg dah perolehnya itu…..demikian pula halnya memelihara sukacita iman ketika pertma kali qta beriman alias jatuh cinta pada Juruselamat qta. tahnsk fr yr sharing ya

  • setelah memerdekakan diri sendiri adalah tugas kita untuk membantu memerdekakan orang lain 😉 thx for your share.. Gbu

Bagikan Komentar Kamu!