Kebebasan Berbahaya

Info

Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan
untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih. —Galatia 5:13

Kebebasan dapat membahayakan di tangan orang yang tidak mengetahui bagaimana menggunakannya. Itulah alasan mengapa para penjahat dimasukkan di penjara yang berpagar duri, berdinding baja, dan berbatas beton. Atau bayangkan api unggun yang dibiarkan menyala di hutan kering. Api ini dengan cepat menjadi kebakaran dahsyat. Kebebasan tanpa kendali dapat menyebabkan kekacauan.

Tidak ada yang lebih berarti dibandingkan dengan hidup kekristenan. Umat percaya bebas dari kutukan hukum, penghukumannya, dan kuasa yang menyebabkan rasa bersalah. Ketakutan, kekhawatiran, dan rasa bersalah telah digantikan oleh kedamaian, pengampunan, dan kemerdekaan. Siapa yang dapat merasa lebih merdeka dibandingkan dengan orang yang telah dimerdekakan jiwanya? Namun, dalam kondisi inilah, kita sering gagal. Kita sering menggunakan kemerdekaan ini untuk hidup menuruti kedagingan, atau kita merasa berhak atas apa yang telah Allah percayakan kepada kita. Kita tergelincir ke dalam pola kehidupan yang terlalu baik bagi diri sendiri, terutama di masyarakat kelas atas.

Menggunakan kebebasan secara tepat adalah dengan “iman yang bekerja oleh kasih” untuk saling melayani (Gal. 5:6,13). Ketika kita bersandar kepada Roh Kudus dan menggunakan energi kita untuk mengasihi Allah dan mengasihi sesama, maka perbuatan daging yang menghancurkan akan dikendalikan-Nya (ay.16-21). Marilah kita selalu menggunakan kebebasan kita untuk membangun, bukan untuk meruntuhkan.

Seperti api yang dahsyat, kebebasan tanpa batas sungguh berbahaya. Namun jika dikendalikan, kebebasan dapat menjadi berkat. —DJD

Kebebasan tidak memberi kita hak untuk melakukan apa yang kita suka,
tetapi apa yang menyukakan Allah.

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Article, Artikel, Personal

Ayo berikan komentar yang pertama!

Bagikan Komentar Kamu!