08.07: Bejana yang Rapuh

Info

Kamis, 8 Juli 2010

Baca: 2 Korintus 4:7-10

Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat. —2 Korintus 4:7

Anda mungkin sering dipanggil dengan berbagai nama julukan selama ini. Namun, apakah ada yang pernah memanggil Anda sebagai “bejana tanah liat yang rapuh”?

Itulah yang dikatakan Paulus, salah satu penulis kitab di Alkitab, mengenai hidup orang Kristen. Orang Kristen adalah “bejana tanah liat” yang berisi “harta [kabar baik Yesus Kristus] . . . supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami” (2 Kor. 4:7). Ketika seseorang menerima kebenaran Alkitab dan mulai percaya kepada Yesus, dia seharusnya tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi hidup untuk Allah yang telah menyelamatkannya (ay.10).

Lalu bagaimana dengan para pesepakbola Kristen? Apakah mereka diidolakan karena keahlian, kekayaan, dan pengaruh mereka? Inilah yang dikatakan oleh Ze Roberto, pemain sayap kiri Brazil: “Janganlah Anda memandang kami demikian. Hanya Yesuslah yang tidak pernah berdosa. Kami semua hanyalah manusia. Kami semua berdosa, tetapi Yesus datang untuk para pendosa . . . Jangan memandang manusia, pandanglah Yesus.”

Ze Roberto tampaknya mengerti kenyataan hidup sebagai seorang Kristen. Tidak ada orang yang sempurna, dan kita terus-menerus melakukan hal-hal yang menunjukkan bahwa kita tidak sepenuhnya mempercayai Allah. Namun, peran kita sebagai orang Kristen, apakah sebagai pesepakbola hebat atau hanya sebagai penonton, adalah menuntun orang-orang kepada Tuhan Yesus yang telah mati untuk kita, walaupun kita adalah orang-orang yang berdosa. —Jon Lindsay

Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku. —Rasul Paulus dalam Filipi 4:13


Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Saat Teduh Lainnya, SaTe Kamu

3 Komentar Kamu

  • Yupz! It’s true, ktka qt memandang manusia qt akn menyesal &kecewa.
    Marilah qt m’gntungkn harapan qt hny kpd Tuhan Yesus, krn Dia sumber dr segalanya…

  • Harus selalu bergantung pada Bapa di sorga, semua dari pada-Nya dan untuk-Nya, karena Dia terlebih dahulu mengasihi kita melalui Yesus ^^

  • stevy mariana andris

    ya,itu emang bener.krn dimanapun kita berada kita hrs senantiasa berharap dan bergantung selalu kepadaNYA.sebab TUHAN YESUS adalah JEHOVAH SHAMMAH(THE LORD IS THERE) and JEHOVAH TSIDKENU(HE GUIDES ME IN PATHS OF RIGHTEOUSNEESS FOR HIS NAMES SAKE)

Bagikan Komentar Kamu!