04.07: Keputusan yang Buruk

Minggu, 4 Juli 2010

Baca: Yesaya 53:3-9

Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian. —Yesaya 53:6

Pertandingan sepakbola sering kali tidak hanya ditentukan oleh jumlah gol, tetapi juga oleh keputusan wasit. Pada Piala Dunia 1978, ketika Brazil melawan Swedia, Zico dari Brazil mencetak gol melalui sundulan hasil tendangan sudut yang paling terakhir. Namun, ternyata wasit telah meniup peluit panjang tanda pertandingan berakhir. Jika gol itu disahkan, seharusnya Brazil menang, tetapi pertandingan itu akhirnya selesai dengan skor 1-1. Banyak pengamat percaya bahwa sang wasit telah terlalu cepat mengakhiri pertandingan.

Akan tetapi, tidak hanya sejarah sepakbola yang telah dipengaruhi oleh keputusan-keputusan yang buruk. Pada pusat sejarah umat manusia juga terjadi keputusan terburuk yang pernah diambil manusia, yakni menyalibkan Yesus Kristus. Yesus hidup di dunia dan di hadapan Allah dengan sempurna, tetapi Dia dibunuh layaknya seorang penjahat.

Namun syukurlah, Allah telah mengetahui bahwa peristiwa ini akan tejadi. Bahkan sesungguhnya, untuk maksud itulah Yesus datang ke dunia. Oleh kematian-Nya “TUHAN telah menimpakan kepada-Nya kejahatan kita sekalian” (Yes. 53:6). Tuhan sepenuhnya memegang kendali, meskipun pada saat itu Yesus seakan-akan terlihat telah gagal. Sesungguhnya Dia telah memberikan pengorbanan yang diperlukan bagi kita untuk dapat memperoleh pengampunan dan dipersatukan kembali dengan Allah. Dilihat dari permukaannya, kematian Yesus tampak seperti sebuah keputusan yang gegabah oleh para penguasa. Namun sesungguhnya, atas keputusan Tuhanlah, Yesus diutus untuk mati supaya kita dapat memperoleh hidup. Janganlah kita membuat keputusan yang buruk dengan mengabaikan apa yang telah diperbuat Yesus untuk kita. —Chris Wale

Satu-satunya Manusia yang sempurna telah disalibkan untuk menebus dosa-dosa kita.


Bagikan Konten Ini
2 replies

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *