02.07: Tidak Ada Rencana Cadangan

Jumat, 2 Juli 2010

Baca: Maleakhi 2:17—3:5

Bahwasanya Aku, TUHAN, tidak berubah, dan kamu; bani Yakub, tidak akan lenyap. —Maleakhi 3:6

Jose Batista dari Uruguay memegang rekor yang tidak menyenangkan. Baru 56 detik pertandingan dimulai, Batista telah menerima kartu merah saat berhadapan dengan Skotlandia pada Piala Dunia 1986. Kita mungkin bisa merasa kasihan kepada Jose, tetapi bayangkan kalau kita yang menjadi sang manajer Uruguay! Dengan seketika seluruh rancangan permainan yang telah disusun menjadi kacau hanya karena kesalahan satu pemain.

Kita semua tahu kekesalan dan kekacauan yang bisa terjadi ketika rencana-rencana kita berubah. Namun, sungguh menenangkan ketika kita mempunyai Tuhan yang rencana-Nya tidak pernah berubah. Rencana Allah tidak terubahkan oleh keputusan-keputusan kita. Dia tidak beralih ke sebuah rencana cadangan, bahkan ketika kita memilih untuk menolak Dia.

Pendengar Nabi Maleakhi diingatkan mengenai hal ini ketika Maleakhi mengecam hati mereka yang keras dan serong (Mal. 3:5). Mereka perlu diingatkan lagi akan kasih setia Tuhan; justru karena kasih setia itulah mereka tidak dilenyapkan-Nya (ay.6)!

Berita agung dari nubuatan Maleakhi adalah tentang kedatangan Tuhan sendiri (ay.1). Hal ini terlihat di dalam kehidupan dan kematian Yesus Kristus. Adalah rencana Tuhan sejak awal, bukan dengan mendadak bereaksi menghadapi dosa kita, melainkan dengan menyelesaikannya sekali untuk selamanya melalui Yesus Kristus.

Anda akan kesulitan untuk menghitung berapa banyak perubahan rencana permainan pada Piala Dunia tahun ini. Akan tetapi, mengenai rencana penyelamatan kita dari jerat dosa, tidak ada rencana cadangan—yang ada hanyalah Allah yang selalu setia. —Jon Lindsay

Dalam dunia yang selalu berubah, kita dapat mempercayai Allah kita yang tidak berubah.


Bagikan Konten Ini
2 replies

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *