Review Film: SHREK Forever After

Info

Oleh Laura Valentina

Film yang cukup dinanti-nantikan para movie mania mungkin adalah film SHREK Forever After. Bagaimana tidak, konon kabarnya, ini sekuel terakhir dari film yang bisa membuat penonton tertawa sepanjang film. Apalagi bila kawan semua sudah mengikuti ketiga sekuel sebelumnya, sepertinya ini adalah film yang must-watch!

Sejujurnya saya bukan tipe penyuka Ogre. Makhluk hijau ini punya konotasi kurang baik pada kisah-kisah fairy tales yang saya pernah baca atau tonton. Ogre didefinisikan sebagai berparas manusia yang besar, kejam dan buruk rupa.

Film ini diawali oleh Shrek (Ogre) yang terjebak dalam kehidupannya yang membosankan. Ketika semua orang melihat Shrek memiliki semua yang orang impikan, Shrek merasa tidak puas dengan hidupnya. Ia merasa kehebatannya sebagai Ogre redup karena sekarang ia hidup mengurusi ketiga anaknya dan melakukan rutinitas hidup berumah tangga. Ia mendambakan menjadi Ogre tanpa ada ikatan (dengan istri dan anak) dan bebas dari tanggung jawab yang harus ia pikul sekarang. Ia mendambakan sehari menjadi Ogre yang seperti dulu, yang hebat, ditakuti orang dan bebas. Dalam ketidak puasannya terhadap hidupnya, tanpa berpikir panjang, ia menandatangani perjanjian dengan Rumpelstiltskin, seorang yang sifatnya jahat dan licik, yang selalu berusaha menjebak orang dalam perjanjian-perjanjian mistis.

[Ketika tiba di bagian ini, saya sempat teringat pada kisah Esau yang menjual hak kesulungannya demi semangkuk kacang merah. Tanpa berpikir panjang, hal-hal yang merupakan penting dan berharga dalam hidup rela ia tinggalkan demi hal-hal yang merupakan kesenangan semu.]

Benar saja, pada awalnya Shrek sangat menikmati hasil dari perjanjian dengan Rumpelstiltskin, seperti impian jadi kenyataan, tapi kemudian, ia menyadari bahwa ada yang hilang dalam hidupnya, ada yang berubah. Rumpelstiltskin membuat kehidupan Shrek berubah, karena perjanjian itu, Shrek tidak pernah mengenal Putri Fiona, mereka tidak pernah bertemu, jatuh cinta, menikah, dan memiliki ketiga anak yang lucu. Ketika menyadari ini, Shrek pun menyesal dan menginginkan kehidupan lamanya. Ah…cerita klasik. Berapa sering kita tidak pernah menyadari bahwa kita begitu diberkati, sampai kita kehilangan berkat itu. We never know how precious they are, until they are all gone.

Beruntung kisah Shrek, tidak selesai sampai disini. Kisahnya masih berlanjut, ia berjuang untuk mendapatkan kembali kebahagiaannya, bersama dengan para sahabat, ia berjuang untuk hal-hal yang paling berharga dalam hidupnya ini. Ah, sahabat, betapa berharganya mereka. Bahkan ketika hidup terasa menggilas, uluran tangan sahabat merupakan sebuah penyegaran yang luar biasa. Film ini berakhir bahagia, Shrek kembali hidup berbahagia dengan Putri Fiona dan ketiga anak-anaknya. Perjanjian dibatalkan dan semua kembali seperti sedia kala. Sesuatu hal yang hanya terjadi di film.

Kawan, di dalam hidup seringkali kita merasa seperti Shrek. Tidak pernah merasa puas dengan apa yang kita miliki. Iri terhadap kehidupan orang lain. Tapi belajar dari film ini, mari kita mencoba mensyukuri yang Tuhan berikan kepada kita. Tuhan tahu yang terbaik untuk kita, kita perlu untuk terus percaya bahwa apa yang kita miliki sekarang adalah yang terbaik yang Tuhan berikan. Juga, syukuri dan peliharalah para sahabat, karena merekalah yang sering kali tanpa kita sadari selalu ada ketika orang lain tidak ada. Perwujudan kasih Allah yg nyata terpancar dari kasih para sahabat yang Dia berikan untuk kita miliki.

Dan terakhir, pastikan semua tindakan dilandasi dalam doa dan penuh keyakinan pada pemeliharaan Tuhan. Hidup kita bukanlah film, yang didalamnya waktu bisa diputar kembali, perjanjian dan perbuatan bisa dibatalkan. Tidak, hidup kita bukanlah film. Setiap tindakan memiliki konsekuensi. Kita harus terus belajar berhikmat dan bijak dalam mengambil keputusan. Terdengar sulit? Enggak kog, Amsal 3:5-6 berkata, “Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.”

Selamat mensyukuri hidup! Right now, Forever and After

Tuhan memberkati.

Image copyright of Dreamworks Pictures


Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Artikel, Dunia

5 Komentar Kamu

  • so meaningful 🙂

  • good writing lola!!!
    inspiring…
    gw yg nontonnya bareng lo aja ga mikir sejauh itu…
    hihihi…

  • I’m with you.. What a deep thought! 🙂

  • good perspective.. 🙂

    btw, kerjaan rumpelstiltskin itu mirip kayak kerjaan iblis y: menjebak..
    bedanya, shrek mungkin blm tau sifat aslinya rumpelstilskin sedangkan gw yakin sebagian besar orang kristen uda tau iblis itu menjebak.. dan lucunya, kita masih sering masuk jebakan itu secara sadar.. T.T

    emang bener y yg diajarin Yesus dalam doa bapa kami: “dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat.”
    artinya: cuma Tuhan yang mampu melepaskan kita dari jebakan si jahat..
    tau bahwa itu jebakan saja ternyata tidak cukup buat menghadapi oknum berpengalaman ribuan tahun.. karna itu, kita butuh Oknum yang berpengalaman kekal.. 🙂

  • ah renungan ini menarik dan bagus! betul sekali, kita seringnya hanya bisa iri dengan orang lain tanpa menyadari betapa indahnya hidup kita sendiri yang telah diberikan Tuhan jika kita mau menelaah lebih dalam dan mensyukurinya.

Bagikan Komentar Kamu!