Resensi Buku: GARAM & TERANG for Youth

Info

oleh Putri Sastra

“Kaya” sejak Muda

Judul : GARAM & TERANG for Youth: Road to Transformation
Penulis : Chang Khui Fa
Penerbit : Pionir Jaya
Cetakan : 1, Mei 2010
Tebal : 288 halaman

Teman-teman, sebagai remaja/pemuda kita pasti memiliki banyak impian. Mungkin kita ingin mempunyai banyak uang, pacar yang ganteng/cantik, atau pun menjadi orang terkenal. Berangan-angan boleh saja, tapi apakah itu yang Tuhan kehendaki dalam hidup kita? Apakah hidup kita menyenangkan hati Allah?

Buku GARAM & TERANG for Youth: Road to Transformation mengupas habis masalah-masalah yang umumnya remaja/pemuda hadapi. Selain itu, buku ini juga mengajak kita untuk merenungkan, mengintrospeksi, dan mengubah aspek-aspek dalam hidup kita agar semuanya berkenan di hadapan Tuhan.

Melalui gaya bahasa yang santai dan penuh humor, penulis seolah mengajak kita melakukan sebuah perjalanan yang dikemas dalam 11 bab/road dengan kilometer-kilometer yang singkat pada setiap road-nya. Perjalanan dimulai dari pengenalan kita akan Allah, pemahaman kehendak Allah, seputar dunia cinta, petualangan dalam dunia kerja, lalu penggunaan uang, pengaturan waktu, respon atas panggilan Tuhan, hubungan keluarga dan teman, penyelesaian masalah, cara menghadapi depresi, hingga menjadi pemimpin yang menyenangkan hati Tuhan.

Saya menikmati setiap perjalanan dalam buku ini, tapi yang paling berkesan bagi saya adalah topik mengenai kehendak Allah. Sering kali saya merasa bimbang saat harus mengambil sebuah keputusan dan bertanya-tanya: apakah keputusan ini yang terbaik dan sesuai kehendak Allah? Contohnya pada saat akan lulus SMA, saya merasa bingung tentang jurusan apa yang harus saya pilih untuk kuliah nanti dan di perguruan tinggi mana saya harus mendaftar.  Mungkin teman-teman juga mengalami pengalaman yang sama dengan saya. Bagaimana memutuskan hal ini?

Pada halaman 54 buku ini, ada 1 paragraf pertanyaan menarik yang diajukan penulis, “Kenapa kehendak Tuhan sepeti lilin dan tidak seperti senter yang menerangi jauh ke depan? Sederhana, karena Tuhan ingin kita bersandar pada-Nya every minute, every hour, every single day. Bukan hanya sekali-sekali.” Benar sekali! Dan saya merasakan itulah kunci untuk memahami kehendak Allah… kita harus bergantung pada-Nya setiap saat. Pada saat saya memilih jurusan pun saya tidak lupa berdoa pada Tuhan dan sedikit demi sedikit Tuhan mengarahkan saya melalui orangtua dan juga kakak pembimbing di gereja sehingga saya pun dapat memilih jurusan dan universitas yang sesuai.

So teman-teman, jangan lewatkan buku ini karena buku ini memberikan pembekalan/perenungan yang baik bagi kita sebagai kaum muda agar kita bisa menjadi anak-anak Tuhan yang “kaya” sejak muda.

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Artikel, Dunia

4 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!