15.06: Lebih Berharga Dari Piala

Selasa, 15 Juni 2010

Baca: Filipi 3:7-14

(Aku) berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus. —Filipi 3:14

Ada 32 tim akan bertanding dengan satu tujuan yang sama: meraih Piala Dunia. Piala itu terbuat dari emas dan tembaga, dengan tinggi 36 cm dan berat sekitar 5 kg. Sungguh hadiah yang sangat berharga!

Dalam kehidupan, kita juga dipanggil untuk menjalani hidup dengan mengejar suatu hadiah. Namun, hadiah yang kita kejar jauh lebih berharga daripada Piala Dunia! Hadiah itu bersifat kekal dan Yesus membayar harga yang teramat mahal demi menganugerahkan janji ini.

Pada malam sebelum disalibkan, Yesus berdoa, “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku” (Mat. 26:39). Namun, dengan kasih yang tulus, kemudian Yesus berkata, “Tetapi janganlah seperti yang Kuhendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.”

Rasul Paulus berkata, “Aku berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus” (Flp. 3:14). Paulus memfokuskan pengharapannya pada hadiah ini: upah yang kekal bersama dengan Allah. Lebih dari itu, Paulus juga yakin bahwa hadiah ini terpelihara aman karena ia menyebutnya “dalam Kristus Yesus.” Kita pun diberi hak untuk masuk ke surga, jika kita mempercayai Yesus sebagai Anak Allah dan Dia satu dengan Bapa.

Kebanyakan kita hanya dapat bermimpi untuk mendapatkan suatu piala seperti Piala Dunia. Namun, setiap dari kita dapat yakin bahwa kita telah menerima anugerah keselamatan dan kemudian hadiah surgawi kita, jika kita mempercayai Yesus yang telah menyediakan dengan pasti kediaman yang kekal bagi kita. —Chris Wale

Janganlah ragu akan hidup kekal yang Anda terima.

“Sungguh sulit bagi seorang pemain kalau berada di luar tim, tetapi Allah memakai keadaan itu untuk membentuk karakter saya. Sebagai orang Kristen, nilai-nilai kita berbeda. Kekuatan kita datang dari firman Tuhan. Alkitab berkata bahwa dalam segala hal Allah turut bekerja untuk kebaikan bagi kita yang mengasihi Dia.”
—Oscar Ewolo (Congo)

Bagikan Konten Ini
4 replies

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *